Gempa dahsyat magnitudo 7,7 guncang Sangihe, kerusakan di pulau Kawio dan Matutuang, rumah warga ambruk dan rusak berat di sejumlah lokasi

Sem Muhaling
Senin, 8 Juni 2026
Bencana DAERAH 0 210
4 menit membaca

PRIORITAS, 8/6/26 (Tahuna): Kerusakan parah melanda kepulauan Sangihe dan sekitarnya pasca gempa bumi kuat yang mengguncang wilayah barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Senin (8/6/2026). Jejak kerusakan di sejumlah permukiman warga beredar luas di media sosial. Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga nyaris roboh akibat guncangan yang terjadi pada pagi hari.

Dokumentasi foto dan video yang diterima menunjukkan bangunan rumah mengalami keruntuhan pada bagian dinding, teras, serta struktur penyangga utama. Material bangunan berupa batako, beton, kayu, dan seng tampak berserakan di sekitar lokasi kejadian.

Gempa yang dirasakan cukup kuat itu membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.


Rumah permanen tak mampu menahan guncangan

Banyak rumah yang terdampak mengalami rusak parah pada bagian depan bangunan. Dinding teras runtuh, tiang penyangga bergeser, dan sebagian struktur rumah ambruk hingga menimbun perabotan yang berada di dalam rumah.

Dari rekaman video yang beredar, terlihat seorang warga berdiri di dalam bangunan yang telah rusak, sementara puing-puing batako dan material bangunan menutupi hampir seluruh bagian teras rumah.

Atap seng yang semula menutupi bangunan ambruk hingga menyentuh tanah setelah dinding penyangga roboh akibat getaran gempa.

Pasien RS Liunkendage dievakuasi

Sementara itu, di Tahuna, dilaporkan tenaga medis bersama keluarga pasien bergerak cepat mengevakuasi pasien ke area yang lebih aman sambil terus memantau perkembangan situasi. Evakuasi dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap kemungkinan gempa susulan yang dapat membahayakan keselamatan pasien dan petugas. Bupati Sangihe, Michael Tungari turun lapangan meninjau kondisi pasien dan dampak gempa pada bangunan warga. 

gempa dahsyat

Para pasieen RS Liunkendage Tahuna dievakuasi.(Istimewa/Facebook/Sulawesi Utara Community)

Dampak gempa lebih parah terjadi di Filipina

Selain menimbulkan kerusakan di sejumlah wilayah Kepulauan Sangihe, dampak gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 tersebut juga dilaporkan terjadi di wilayah selatan Filipina. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kerusakan pada bangunan Matanao National High School di Davao. Sejumlah siswa terlihat dievakuasi ke halaman sekolah pascagempa, sementara sebagian bangunan dilaporkan mengalami kerusakan akibat guncangan kuat yang terjadi pada Senin pagi.


Sebuah sekolah di Davao Filipina dilaporkan ambruk saat siswa dan guru sementara melaksanakan upacara.(Isitmewa/Reel Facebook)

Kondisi di salah satu jalan di Davao Filipina. (Istimewa/reel Facebook)

kerusakan akibat gempa magnitudo 7,7 di kepulauan Sangihe

kerusakan akibat gempa magnitudo 7,7 di kepulauan Sangihe

Dampak gempa magnitudo 7,7 di kepulauan Sangihe

kerusakan akibat gempa magnitudo 7,7 di kepulauan Davao Filipina

Kerusakan akibat gempa magnitudo 7,7 di kepulauan Davao Filipina.(Istimewa/Facebook)

Sementara di media sosial Facebook banyak beredar kondisi kerusakan parah akibat gempa tersebut. Sebuah video memperlihatkan kondisi sebuah gedung sekolah Matanao National High School di Davao runtuh Para siswa dan guru dilaporkan selamat karena mereka berada di area terbuka untuk upacara bendera ketika insiden terjadi.

Warga masih trauma dan waspada gempa susulan

Sejumlah warga mengaku masih memilih berada di luar rumah karena khawatir terjadi gempa susulan. Retakan pada bangunan dan kondisi rumah yang sudah tidak stabil membuat banyak keluarga belum berani kembali masuk ke dalam rumah mereka.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa akibat kerusakan bangunan tersebut.

Pemerintah daerah bersama aparat TNI, Polri, BPBD dan instansi terkait terus melakukan pemantauan serta pendataan kerusakan yang terjadi di berbagai wilayah Kepulauan Sangihe.

Pendataan kerusakan terus berlangsung

Hingga Senin siang, jumlah rumah terdampak masih dalam proses pendataan. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kerusakan bangunan kepada aparat desa, kecamatan maupun petugas penanggulangan bencana agar dapat dilakukan verifikasi dan penanganan lebih lanjut.

Selain rumah warga, tim di lapangan juga melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas umum untuk memastikan tidak ada bangunan yang membahayakan keselamatan masyarakat.

BMKG imbau masyarakat tetap tenang

Menyusul gempa yang terjadi di wilayah perairan barat laut Tahuna, masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun pemerintah daerah.

Warga juga diimbau menjauhi bangunan yang mengalami retakan berat atau berpotensi roboh, serta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Sementara itu, pemerintah daerah terus mengoordinasikan langkah-langkah penanganan darurat sambil menunggu hasil pendataan lengkap mengenai jumlah rumah dan fasilitas yang terdampak bencana gempa tersebut.(P-sm)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan