
Misteri jatuhnya pesawat China Eastern Airlines yang jatuh menewaskan 132 orang tahun 2022 mulai terkuak.(Ilustrasi/AI)PRIORITAS, 77/5/26 (Jakarta): Misteri jatuhnya pesawat Boeing 737-800 milik China Eastern Airlines yang menewaskan 132 orang di China selatan, mulai terkuak. Fakta dan data terbaru yang dirilis Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) menguatkan dugaan bahwa pesawat tersebut kemungkinan sengaja dijatuhkan dari dalam kokpit.

Pesawat dengan nomor penerbangan MU5735 itu diketahui jatuh di wilayah Guangxi pada 21 Maret 2022 saat terbang dari Kunming menuju Guangzhou. Dari hasil investigasi itu terkuak pula pesawat mendadak menukik tajam dari ketinggian sekitar 29 ribu kaki hingga menghantam pegunungan dalam posisi nyaris vertikal. Seluruh penumpang dan awak kabin tewas dalam tragedi yang disebut sebagai bencana udara paling mematikan di China dalam beberapa dekade terakhir, menurut Reuters.
Dokumen terbaru NTSB yang diperoleh melalui permintaan Freedom of Information Act (FOIA) mengungkap bahwa sakelar bahan bakar kedua mesin pesawat dipindahkan secara manual ke posisi “cutoff” atau pemutusan bahan bakar hanya dalam selang waktu sekitar satu detik. Setelah itu, autopilot pesawat dinonaktifkan dan pesawat langsung kehilangan daya dorong sebelum jatuh bebas.

Jenis pesawat China Eastern Airlines yang menggunakan model Boeing 737-800.(Courtesy: Arsip bbc Indonesia)
Mengutip laporan CNN International pada Selasa (5/5/2026), data yang dirilis oleh Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) menunjukkan bahwa sakelar bahan bakar kedua mesin dimatikan secara bersamaan sebelum pesawat tersebut jatuh.
Temuan tersebut memperkuat dugaan lama bahwa kecelakaan itu bukan disebabkan kerusakan teknis maupun cuaca buruk, melainkan adanya tindakan sengaja dari seseorang di kokpit. Reuters melaporkan, investigasi NTSB tidak menemukan indikasi gangguan mekanis pada pesawat.

Laporan The Times bahkan menyebut adanya kemungkinan salah satu pilot dengan sengaja mengarahkan pesawat ke pegunungan. Data perekam penerbangan juga disebut menunjukkan adanya dorongan paksa ke arah menukik sesaat setelah mesin dimatikan.
Spekulasi mengenai aksi bunuh diri pilot sebenarnya sudah muncul sejak 2022. Namun, hingga kini otoritas penerbangan sipil China atau CAAC belum merilis laporan akhir resmi terkait penyebab jatuhnya MU5735. Sikap tertutup pemerintah China memicu kritik internasional dan tudingan adanya upaya menutupi fakta sebenarnya.
Sementara people.com menyebut perhatian penyelidik sempat mengarah kepada salah satu pilot senior yang dikabarkan baru mengalami penurunan jabatan. Meski demikian, identitas pasti pihak yang diduga bertanggung jawab belum pernah diumumkan secara resmi.
Terkuaknya kasus MU5735 kini disejajarkan dengan sejumlah tragedi penerbangan dunia yang diduga melibatkan aksi bunuh diri pilot, seperti Germanwings Flight 9525 crash. Tragedi ini menurut thetimes.com kembali memunculkan perdebatan global mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan mental awak pesawat serta transparansi investigasi kecelakaan penerbangan.(P-sm)

