Tidak adil buat Indonesia, Pelatih Irak ungkap kejanggalan ronde keempat kualifikasi Piala Dunia zona Asia

Wolter Rumapar
Rabu, 6 Mei 2026
BOLA 0 305
2 menit membaca

PRIORITAS, 6/5/26 (Australia): Juru taktik timnas Irak Graham Arnold merasakan kejanggalan soal penunjukkan tuan rumah ronde keempat kualifikasi Piala Dunia zona Asia 2026. Pelatih asal Australia itu menyebut putaran keempat kualifikasi zona Asia tak adil untuk Timnas Indonesia. Graham Arnold mengatakan, berdasarkan ingatannya, putaran keempat digulirkan di tempat netral.


Kemudian terdapat perubahan dengan menjadikan negara peserta ronde keempat berperingkat FIFA tertinggi sebagai tuan rumah. “Ketika saya datang ke undian [kualifikasi], waktu itu saat masih melatih Australia, kami diberi tahu bahwa akan ada tempat netral [untuk putaran keempat],” ujar Graham Arnold saat diwawancara dalam siniar The Howie Games di Youtube.

Dalam tahap itu, Irak satu grup dengan Indonesia dan Arab Saudi. Putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia menerapkan format terpusat. Grup A dilaksanakan di Qatar, tuan rumah bersaing dengan Uni Emirat Arab dan Oman. Sedangkan Grup B, Arab Saudi yang menjamu Irak dan Indonesia.

“Saya harus katakan bahwa saya menyayangkan hal yang terjadi terhadap Indonesia di grup kami karena itu benar-benar tidak adil. Sebab kita semua tahu [ronde keempat kualifikasi] bergulir di Qatar dan Arab Saudi,” kata Arnold.


Semestinya Irak tuan rumah

Menurut Arnold, ketika undian sudah dilaksanakan, tiba-tiba dua tim dengan peringkat tertinggi yang akan jadi tuan rumah [putaran keempat]. “Saya berpikir ‘Oh, itu bagus karena kami bisa jadi tuan rumah’ karena Qatar peringkat ke-53, Irak ke-57, dan Arab Saudi ke-58. Tapi entah bagaimana caranya, Arab Saudi yang menjadi tuan rumah,” jelasnya menambahkan.

Menurut Arnold, hal tersebut secara tidak langsung menguntungkan Arab Saudi. Sebab tuan rumah mendapatkan jeda laga yang lebih panjang dibandingkan peserta lain. “Tentu Indonesia harus main dan siap-siap sejak Senin karena mereka bertanding pada Rabu. Lalu tiga hari kemudian mereka menghadapi kami dan kami menang,” ucapnya.

“Arab Saudi punya jeda enam atau tujuh hari. Sedangkan kami harus bertanding lagi dua hari setelah melawan Indonesia,” ia menegaskan. Pada akhirnya, Arab Saudi melaju ke Piala Dunia 2026 karena finis di peringkat pertama Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Sedangkan Irak berakhir di peringkat kedua dan harus melangkah ke ronde kelima seperti dikutip CNNIndonesia.com. Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia karena ada di peringkat terakhir. Perjalanan Irak semakin panjang karena harus bersaing dengan peserta kualifikasi dari benua lain. Skuad Singa Mesopotamia kemudian memastikan tiket Piala Dunia 2026 usai menang 2-1 atas Bolivia di final playoff antarkonfederasi. (P-wr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan