Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan hal tersebut saat meninjau pelaksanaan Magang Nasional 2025 di RS Bunda Thamrin Medan, Rabu (22/4/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan program berjalan selaras dengan kebutuhan dunia industri.
Penempatan peserta magang dinilai perlu disesuaikan dengan kompetensi dan jenjang pendidikan. Peserta dengan latar belakang sarjana diharapkan memperoleh penugasan yang mencerminkan kemampuan akademik dan keahlian yang dimiliki, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih optimal.
Dalam peninjauan tersebut ditemukan adanya peserta lulusan S1 yang belum mendapatkan tugas sesuai kualifikasi. Kondisi ini menjadi perhatian untuk mendorong perbaikan penempatan agar pengalaman kerja yang diperoleh lebih relevan.
Selain itu, peserta magang diingatkan untuk memanfaatkan program sebagai sarana pengembangan diri dengan menjalankan tugas secara disiplin dan bertanggung jawab. Pengalaman selama magang menjadi bekal penting dalam menghadapi persaingan dunia kerja.
Pelaksanaan Magang Nasional 2025 di RS Bunda Thamrin Medan diikuti 48 peserta dari batch 2 dan batch 3. Peserta ditempatkan di berbagai unit layanan, terdiri dari 27 perawat, 13 teknisi listrik dan AC, serta 8 resepsionis.
Sejumlah peserta dilaporkan telah memperoleh peluang kerja dari pihak manajemen, mencerminkan peran program magang dalam membuka akses ke dunia kerja.
Penguatan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha terus didorong guna memastikan program pemagangan berjalan efektif, relevan, serta mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing di industri.