

Kanye West batal konser di Polandia(BBC/GettyImages).

PRIORITAS, 18/4/2026 (Polandia): Rencana konser Kanye West di Polandia resmi dibatalkan setelah menuai tekanan pemerintah dan kecaman luas terkait pernyataan kontroversial yang dinilai antisemit, rasis, dan pro-Nazi.
Konser yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2026 di Silesian Stadium itu merupakan penampilan pertama West di Polandia dalam 15 tahun terakhir. Pihak penyelenggara menyampaikan pembatalan dilakukan karena alasan formal dan hukum.
Kontroversi ini mencuat setelah rangkaian pernyataan publik West yang memicu kritik tajam, termasuk dugaan meremehkan kejahatan historis serta keterkaitan dengan simbol-simbol Nazi. Pemerintah Polandia menilai hal tersebut sensitif, mengingat sejarah negara tersebut selama Perang Dunia II, ketika wilayahnya menjadi lokasi kamp konsentrasi dan pemusnahan yang menewaskan jutaan orang, termasuk sekitar tiga juta warga Yahudi Polandia.

Di Polandia, promosi simbol Nazi merupakan tindak pidana yang dapat dikenai hukuman penjara hingga tiga tahun. Isu ini semakin mendapat perhatian karena lokasi konser berada di wilayah yang memiliki sejarah langsung dengan invasi Jerman pada awal perang.
Sebelum pembatalan diumumkan, Menteri Kebudayaan Polandia Marta Cienkowska menyebut keputusan menghadirkan West sebagai langkah yang tidak dapat diterima. Pernyataan serupa juga disampaikan sejumlah pejabat yang menilai ruang budaya tidak seharusnya digunakan untuk menyebarkan ujaran kebencian.
Rencana tur West di Eropa juga menghadapi hambatan di negara lain. Penampilannya di Prancis dilaporkan tertunda, sementara pemerintah Inggris menolak memberikan izin masuk untuk penampilan dalam festival musik.
Kontroversi terhadap West sebelumnya juga berkaitan dengan penjualan produk yang menampilkan simbol swastika melalui platform daring, yang kemudian ditarik oleh Shopify. Selain itu, rilisan musik terbarunya sempat menuai kritik karena memuat referensi terkait ideologi Nazi.
Dalam pernyataan publik sebelumnya, West menyampaikan permintaan maaf dan menegaskan tidak mengidentifikasi dirinya sebagai penganut ideologi antisemit maupun Nazi. (P-Gio R)

