Pakai fitur pengingat berbasis AI, WhatsApp bakal perangi ‘scammers’

Hosana Rawis
Rabu, 19 Agustus 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 19/8/26 (Jakarta): Meta tengah menyiapkan fitur barunya untuk memerangi para penipu digital atau scammers di layanan WhatsApp bernama Scam Alert.

Perusahaan teknologi mengungkapkan, fitur ini sudah dalam tahapan pengujian beta, memanfaatkan kecerdasan artifisial (AI). Cara kerjanya ialah dengan menjalankan model pembelajaran mesin di perangkat untuk menandai pesan penipuan.

Dilansir Cnet, Kamis (13/8/26) waktu setempat, Meta menjanjikan bahwa data yang dikumpulkan AI tersebut tidak akan menganggu privasi obrolan pengguna . Tidak akan ada percakapan yang dibagikan ke WhatsApp, Meta, maupun entitas lainnya.

Lalu, agar bisa menjajal fitur ini, pengguna nantinya harus mengaktfikan Scam Alert di menu pengaturan WhatsApp.

Saat diaktifkan nantinya akan ada AI yang diunduh secara otomatis ke ponsel pengguna untuk kemudian mempelajari pesan-pesan penipuan. Pengguna dapat menonaktifkan fitur ini kapan saja.

Adapun ScamAlert akan beroperasi di latar belakang dengan mengklasifikasikan pesan teks masuk dari pengirim yang tidak dikenal.

Menganalisis pola komunikasi terkait penipuan

Disebutkan, aplikasi ini menganalisis pola komunikasi yang terkait dengan penipuan seperti permintaan informasi pribadi, nada mendesak, dan taktik membangun kepercayaan yang disengaja digunakan dalam penipuan berbasis hubungan romantis atau kerap dikenal sebagai love scamming.

Nantinya WhatsApp bakal menampilkan notifikasi peringatan potensi penipuan dalam pesan yang hanya akan dilihat oleh penerima apabila terdeteksi ada pesan penipuan.

Demi menindak lanjuti notifikasi tersebut, pengguna dapat memblokir pengirim pesan, melaporkan percakapan, mengabaikan notifikasinya, atau mempercayai pengirim yang tidak dikenal.

Lalu opsi terakhir akan menghapus tanda peringatan dan menghentikan pemberitahuan di masa mendatang untuk percakapan tersebut.

Oleh karena ini AI yang terus belajar, nantinya pengguna bakal diarahkan untuk memilih membagikan lima pesan terakhir dari pengirim terpercaya langsung ke WhatsApp untuk membantu menjaga keakuratan model membedakan pesan penipuan dan pesan yang sifatnya komunikasi sehari-hari.

Ditanbahkan, bagian fitur ini tidak terjadi secara otomatis dan pengguna harus memilih untuk membagikan data tersebut.

Ingat juga, fitur Scam Alert masih dalam versi beta terbatas sehingga belum semua pengguna bisa menggunakannya. Meta juga belum mengumumkan jadwal peluncuran publik penuh fitur tersebut. Kita tunggu saja ya. (P*/mj)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025