27.2 C
Jakarta
Friday, May 24, 2024

    Untuk hidup layak di Jakarta, begini gajinya

    Terkait

    PRIORITAS, 12/4/24 (Jakarta): Hidup di Jakarta, apalagi untuk memenuhi standard layak atau cukup, Anda harus memenuhi syarat jumlah gaji tertentu.

    Nah, salah satunya (bisa disebut syarat minimal), ialah, Upah Minimum Provinsi (UMP).

    Dilansir dari Detik.com, besaran UMP DKI Jakarta 2024 naik sebesar 3,6 persen  atau Rp165.583. Dengan begitu besaran gaji paling kecil yang berhak diterima para pekerja di kota bisnus terkemuka di Indonesia ini senilai Rp5.067.381 per bulan, dari sebelumnya sebelumnya Rp4.901.798.

    Namun di sisi lain, buruh menolak kenaikan UMP sebesar Rp165.583 karena dinilai tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.

    Lantas menjadi pertanyaan saat ini, sebenarnya berapa besaran gaji yang diperlukan untuk bisa hidup layak di Jakarta?

    UMP sudah cukup untuk hidup kayak

    Perencana keuangan, Eko Endarto, mengungkapkan untuk besaran gaji sesuai UMP 2024 seharusnya sudah cukup untuk hidup layak di Jakarta. Sebab besaran UMP sendiri dihitung untuk memenuhi kebutuhan hidup.

    “UMP sekarang cukup layak kok, karena Jakarta punya banyak alternatif dari paling murah sampai paling mahal. Tinggal kita pintar-pintar pilih alokasi penggunaan dana,” kata Eko kepada Detikcom beberapa waktu lalu.

    Dengan begitu, masyarakat setidaknya harus punya gaji Rp5,06 juta untuk bisa hidup layak di Ibu Kota saat ini. Namun pada akhirnya Eko tidak bisa mengelak bila cukup-tidak cukupnya besaran gaji yang diterima sangat bergantung pada bagaimana cara mereka mengeluarkan uang tersebut.

    Tergantung cara mengeluarkan dana

    Ia melanjutkan, “cukup nggak cukup bukan berdasarkan berapa yang masuk ya, tapi bagaimana kita mengeluarkan yang masuk tadi atau bagaimana cara kita mengeluarkannya”.

    “Jadi kalau besar (gaji) Rp5 juta apakah cukup, tergantung orangnya. Balik lagi kalau uang dikeluarkannya benar ya cukup, ketika dia mengeluarkan nggak benar ya nggak akan cukup,” tambahnya.

    Pengaruh gaya hidup

    Terlebih lagi saat ini ia melihat gaya hidup masyarakat di ibu kota yang sering kali bersifat konsumtif cenderung boros, seperti kerap nongkrong di kafe atau membeli barang-barang yang sedang tren, hingga ikutan war tiket konser dan lain sebagainya.

    Bila demikian, tentu besaran gaji UMP yang diterimanya tidak akan pernah merasa cukup untuk hidup layak di Jakarta. Sebaliknya menurut Eko gaya hiduplah yang harus menyesuaikan pendapatan dan bukan sebaliknya.

    “Kalau mengikuti gaya hidup nggak pernah cukup ya, apa lagi mengikuti gaya hidup orang lain dia harus menyamakan diri dengan orang lain pasti nggak akan pernah cukup. Sehingga bukan mengikuti gaya hidup, tapi gaya hidup dia harus mengikuti penghasilan yang diterima. Jadi bukan kebalikannya,” ujar Eko.

    “Berarti gaya hidup penghasilan Rp15 juta akan berbeda dengan gaya hidup penghasilan yang Rp5 juta. Misalkan kelas kafe-nya (tempat nongkrong), alokasi investasinya, apa yang digunakan untuk utang, itu pasti beda-beda,” demikian Eko Endarto. (P-DC/jr)

     

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    - Advertisement -spot_img

    Terkini