Pasukan AS tetap siaga dan siap serang lagi Iran walaupun ada gencatan senjata

Jeffry Wuisan
Rabu, 8 April 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 8/4/26 (Washington DC): Pasukan Amerika Serikat (AS) tetap siaga dan siap kembali menyerang Iran walaupun ada gencatan senjata. Serangan itu dapat terjadi jika Iran sengaja melanggar gencatan senjata atau proses perundingan tidak tercapai kesepakatan.


“Kami akan tetap di sini. Kami tidak akan pergi ke mana pun. Jadi kami akan tetap di tempat, tetap siap, tetap waspada,” tegas Menteri Pertahanan (Perang) AS, Pete Hegseth berbicara kepada anggota media selama konferensi pers di Pentagon di Washington, seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Rabu (8/4/2026).

Menurut dia pasukan AS belum akan ditarik dari Timur Tengah,  untuk memastikan kepatuhan Iran terhadap gencatan senjata.

“Kami akan memastikan Iran mematuhi gencatan senjata dan kemudian pada akhirnya datang ke meja perundingan dan membuat kesepakatan”, tekan Hegseth.


Hegseth memaparkan pasukan Amerika Serikat siap untuk bertahan dan kembali memulai serangan kapan saja dengan paket target apa pun yang diperlukan, untuk memastikan Iran benar-benar mematuhi kesepakatan, rilis Fox News.

Presiden AS, Donald Trump, Rabu dinihari setuju menangguhkan serangan militer besar terhadap Iran selama dua pekan, setelah negara rezim itu setuju membuka kembali lalulintas kapal tanker minyak Selat Hormuz.

Iran juga mau melakukan perundingan damai dengan AS secara langsung, untuk membahas masalah bahan bom nuklir, Uranium miliknya.

 

Siap lanjutkan pertempuran

Ketua Kepala Staf Gabungan Angkatan Udara AS,  Jenderal Dan Caine,  mengatakan militer AS siap untuk melanjutkan pertempuran dengan kecepatan dan ketepatan,  sama seperti yang telah ditunjukkan dalam perang terhadap Iran selama 38 hari terakhir.

Caine mengatakan selama Operasi Epic Fury atau perang terhadap Iran, militer AS sudah menyerang lebih dari 13.000 target sejak 28 Februari 2026 lalu.

“Sejak awal operasi tempur besar, Pasukan Gabungan Amerika Serikat telah menyerang lebih dari 13.000 target, termasuk lebih dari 4.000 target dinamis,  yang muncul di medan perang dan segera ditangani berkat sistem komando dan kendali yang luar biasa serta ketajaman dan kelincahan intelijen dari pasukan gabungan kami,” jelas Caine.

Dalam serangan itu, pasukan US Central Command (Centcom) atau Pusat Komando AS  menghancurkan sekitar 80 persen sistem pertahanan udara Iran dan menyerang lebih dari 1.500 target pertahanan udara.

Militer AS juga menghancurkan lebih dari 450 fasilitas penyimpanan rudal balistik dan 801 fasilitas penyimpanan drone serang satu arah.

“Kami telah menghancurkan jaringan komando dan kendali serta logistik Iran, menghancurkan lebih dari 2.000 simpul komando dan kendali dan menurunkan kemampuan mereka untuk menargetkan pasukan AS dan pasukan sekutu,” katanya.

Ia menilai hal itu sungguh sangat membuat frustrasi saat ini bagi seorang komandan Iran tingkat rendah,  yang mencoba untuk ikut berperang.

Caine juga mengemukakan AS telah menenggelamkan sekitar 90 persen dari armada reguler Angkatan Laut Iran.

Akibat serangan tersebut, akan butuh waktu bertahun-tahun bagi Iran untuk membangun kembali kapal perang permukaan utama mana pun, karena lebih dari 20 fasilitas produksi dan fabrikasi angkatan laut telah rusak atau hancur.

“Hampir 80% basis industri nuklir Iran juga terkena serangan, yang semakin memperburuk upaya mereka untuk memperoleh senjata nuklir,” jelas Caine.(P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan