Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini. (Beritasatu.com)PRIORITAS, 5/1/26 (Jakarta): Kinerja perdagangan luar negeri Indonesia sepanjang 2025 tetap berada di zona surplus, didorong laju ekspor nonminyak dan gas yang solid.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, neraca perdagangan Indonesia selama Januari–November 2025 mencatat surplus US$38,54 miliar atau setara Rp643,7 triliun, tumbuh 31,8 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar US$29,24 miliar.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyampaikan surplus tersebut ditopang sektor nonmigas, sedangkan sektor migas masih mengalami defisit.
“Surplus sepanjang Januari-November 2025 ditopang oleh surplus komoditas nonmigas sebesar US$56,15 miliar. Sementara, komoditas migas masih mengalami defisit sebesar US$17,61 miliar,” ungkap Pudji dalam rilisnya, Jakarta, Senin (5/1/26).
Dari sisi negara tujuan, ekspor nonmigas Indonesia sepanjang Januari–November 2025 masih terkonsentrasi ke tiga pasar utama, yakni Tiongkok, Amerika Serikat, dan India, dengan porsi gabungan mencapai 42,02 persen dari total ekspor nonmigas.
Tiongkok menjadi tujuan ekspor nonmigas
Tiongkok menjadi tujuan ekspor nonmigas terbesar dengan nilai US$58,24 miliar atau setara 23,80 persen, disusul Amerika Serikat sebesar US$28,14 miliar (11,50 persen) dan India mencapai US$16,44 miliar atau 6,72 persen.