Ukraina serang pabrik roket luar angkasa Rusia, proyek satelit saingan Starlink AS terhambat

Jeffry Wuisan
Sabtu, 15 Agustus 2026
4 menit membaca

PRIORITAS, 15/8/26 (Kyiv) : Pasukan Ukraina menyerang dan menghancurkan satu-satunya pabrik roket luar angkasa Soyuz Rusia dengan rentetan peluru kendali (rudal) Flamingo.


Serangan besar Ukraina itu juga dapat menghambat proyek jaringan satelit Rusia untuk menandingi Starlink Amerika Serikat.

“”Sily Oborony” (Pasukan Pertahanan) Ukraina menyerang TsSKB-Progress Rusia di Samara semalam dengan rudal jelajah FP-5 Flamingo. Itu satu-satunya pabrik Rusia yang secara serial merakit peluncur Soyuz”, kata unit drone dan rudal Ukraina, Fire Point, seperti dikutip Beritaprioritas.com di Telegram, Sabtu ini (15/8).

Pusat Roket dan Antariksa Progress adalah salah satu perusahaan kunci dari industri roket dan antariksa Rusia.


Menurut data, setiap tahun TsSKB-Progress meluncurkan sekitar dua puluh roket “Soyuz-2” dari Baikonur, Plesetsk, dan Vostochny.

Selain roket peluncur “Soyuz-2”, “Soyuz 2-1V”, dan “Soyuz-5”, pabrik ini juga memproduksi satelit ruang angkasa “Resurs-P”, yang dirancang untuk pemantauan Bumi.

Perusahaan ini memiliki lisensi tanpa batas waktu untuk pemeliharaan senjata dan peralatan militer Rusia serta izin untuk pengembangan, produksi, pengujian, dan perbaikan peralatan pesawat terbang

Gubernur wilayah Samara, Vyacheslav Fedorishchev, mengumumkan Ukraina telah menyerang pabrik itu dan dua orang terluka, tanpa ada laporan korban jiwa.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, merasa senang pasukannya telah berhasil menyerang dan menghancurkan pabrik roket kebanggaan Rusia yang berada jauh dari garis depan Ukraina.

“Hari ini, ada hasil signifikan baru dari serangan jarak jauh kami. Di wilayah Samara, Rusia, salah satu fasilitas kunci yang merupakan bagian dari “Roscosmos” telah terkena dampak, yaitu pusat “Progress,” yang antara lain bergerak dalam produksi elektronik. Roket Flamingo digunakan, dan ini adalah pencapaian yang baik”, ujar Zelenskiy dalam situs telegram.

Menurut Zelenskiy, serangan jarak jauh pasukannya juga mencapai bandara Savasleika (Sekitar 700 km dari Ukraina), tempat berdirinya pesawat yang membawa rudal Rusia yang menargetkan kota dan desa-desa di Ukraina.

Pasukan Ukraina juga menyerang fasilitas minyak di wilayah pemukiman Ust-Luga. Jaraknya lebih dari 800 kilometer dari perbatasan Ukraina.

“Saya berterima kasih kepada semua unit yang terlibat atas ketepatan mereka”, tambah Zelenskiy.

Serangan jarak jauh Ukraina terhadap posisi penting Rusia bertujuan untuk mengurangi potensi perang Rusia.

Sistem saraf roket Soyuz

Pemantauan sumber terbuka Ukraina, CyberBoroshno, menggambarkan serangan Ukraina ke TsSKB-Progress telah merusak Gedung 106A di fasilitas tersebut.

Bangunan ini merupakan bagian dari kompleks produksi kendaraan peluncur Soyuz dan beroperasi sebagai fasilitas kelas tinggi.

CyberBoroshno menggambarkan sebagai ‘sistem saraf’ roket Rusia, termasuk sistem kendali, jaringan kabel, dan kompartemen instrumen sensitif.

“Tanpa tahap ini, roket tidak dapat dirakit, bahkan ketika kerangka pesawat dan tangki sudah siap,” kata analisis tersebut.

Sumber yang sama mengatakan Gedung 106B, yang digunakan untuk perakitan akhir, terletak di dekatnya.

Analis mengatakan pemulihan paling cepat bisa memakan waktu ‘berbulan-bulan’.

Adanya sanksi internasional terhadap Rusia, ikut memperparah masalah, karena elektronik di dalam roket Soyuz bergantung pada komponen impor yang pasokannya terbatas dan saat ini tidak dapat dibeli kembali dengan mudah.

Titik perakitan seluruh lini Soyuz-2 sangat krusial bagi Rusia yang digunakan Rusia untuk mengisi kembali kelompok satelit orbit militernya, termasuk sistem intelijen sinyal dan penargetan Liana dan satelit pengintai optik Persona/Razdan.

Proyek saingan Starlink

Proyek konstelasi internet satelit Rusia, Rassvet, yang dibangun Biro 1440 untuk menyaingi Starlink Elon Musk yang pro AS, juga bisa terhambat karena peluncuran secara eksklusif dengan roket Soyuz-2.1b jadi bermasalah akibat serangan Ukraina itu.

“Tidak ada cadangan untuk produksi ini,” kata analisis tersebut.

Skala penuh kerusakan masih dinilai melalui citra satelit, menurut CyberBoroshno.

Pabrik itu telah memproduksi lebih dari 1.700 kendaraan peluncur (roket Soyuz) dan 950 pesawat ruang angkasa yang telah diluncurkan Rusia hingga saat ini.

Rudal buatan Ukraina

Sebuah saluran Telegram pro-Rusia mengklaim enam rudal ditembakkan ke sasaran, di mana hanya dua yang berhasil dicegat.

Kementerian Pertahanan Rusia tidak segera berkomentar soal serangan Ukraina tersebut.

Gubernur wilayah Samara, Fedorishchev, memperingatkan warga agar tidak mendokumentasikan atau membagikan gambar-gambar terkait dampak serangan tersebut.

“Jangan merekam atau menyebarkan foto dan video tentang dampak serangan (Angkatan Bersenjata Ukraina). Ini sama saja dengan bekerja untuk musuh,” tulisnya di Telegram.

Samara terletak lebih dari 1.000 kilometer (621,3 mil) dalam garis lurus dari wilayah Ukraina.

Rudal jelajah Flamingo yang ditembakkan ke Rusia itu, dikembangkan dan diproduksi sendiri Ukraina.

Rudal tersebut dapat menyasar target hingga sejauh 3.000 kilometer dengan kecepatan terbang 950 km perjam.

Rudal ini mempunyai hulu ledak seberat 1.1 ton (1.150 kilogram) sehingga radius kehancuran target lebih luas.(P-*/jw)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan