Tumpahan minyak cemari pesisir Teluk Sasah Bintan, aktivitas nelayan terganggu

Johanes Christiaan
Jumat, 9 Januari 2026
1 menit membaca

PRIORITAS, 9/1/2026 (Bintan): Tumpahan minyak dilaporkan mencemari kawasan pesisir Kampung Tanjung Talok, Desa Teluk Sasah, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.


Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Uban menyebut tumpahan tersebut mulai terlihat sejak 2 Januari 2026 sekitar pukul 07.00 WIB dan menimbulkan bau menyengat yang mengganggu warga.

Plt Kepala Pangkalan PLP Tanjung Uban, Alfaizul, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim rescue untuk memantau langsung lokasi. Hasil pemantauan menunjukkan tumpahan minyak, yang diduga jenis solar, masih terjadi meski volumenya mulai berkurang. Hingga kini, sumber tumpahan belum diketahui dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan terus dilakukan.

“Tumpahan minyak ini berpotensi merugikan masyarakat pesisir. Kami bersama stakeholder terkait akan menyusun langkah mitigasi dan penanganan pencemaran di perairan Bintan,” ujar Alfaizul, dalam keterangannya diterima Jumat (9/1/26).


Sementara itu, Kepala Dusun Teluk Sasah, Wahyudi, menyebut pencemaran tersebut berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga. Hasil tangkapan seperti rumput laut, kerang, dan kepiting tercemar minyak, sementara alat tangkap nelayan seperti jaring dan bubu kelong ikut kotor. Kondisi ini membuat ikan enggan mendekat ke perairan setempat.

Warga berharap pemerintah segera menangani pencemaran tersebut sekaligus mengungkap sumber tumpahan minyak agar aktivitas ekonomi masyarakat pesisir dapat kembali normal. (P-Jeff K)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan