PRIORITAS, 26/11/25 (Jakarta): Kebiasaan orang Indonesia menenggak minuman tidak sehat setiap hari makin jadi isu kesehatan yang perlu diawasi, terutama ketika orangtua masih santai memberi opsi manis pada anak yang cuma haus setelah main di luar.
Fenomena ini terlihat jelas karena apa, siapa, dan kapan sudah nyata di depan mata: masyarakat yang gemar minuman instan, berlangsung dari pagi sampai malam, berdampak pada kesehatan tubuh, dan didorong oleh pilihan praktis yang tampak sepele.
Pertanyaannya tinggal mengapa tren ini bertahan dan bagaimana dampaknya ditemukan dalam berbagai laporan medis yang makin keras mengingatkan soal asupan gula harian.
Di balik budaya minum manis yang dianggap “biar segar,” arus riset mutakhir menunjukkan pola konsumsi ini menyeret banyak orang pada kalori berlebih, metabolisme berantakan, dan risiko penyakit jangka panjang.
Alurnya tidak meloncat: makin sering memilih opsi instan, makin besar beban tubuh memproses gula yang tidak pernah diminta sejak awal.
Perilaku ini makin kentara pada kelompok yang gemar minuman bersoda. Kandungan gula dan kafein dalam satu kaleng saja bisa melampaui batas harian yang direkomendasikan lembaga kesehatan.
No Comments