Gaspol! Tomohon bidik status “Kota Ikan Sidat Indonesia”, 5 spesis di Sulut jadi alasan pembentukan pusat riset nasional

Sem Muhaling
Jumat, 12 Juni 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 11/6/26 (Tomohon): Langkah besar menuju lahirnya Tomohon sebagai pusat pengembangan ikan sidat nasional mulai diwujudkan. Sejumlah akademisi, peneliti, dan pelaku usaha sepakat mendeklarasikan pembentukan Pusat Riset Sidat Tomohon (Tomohon Eel Research Center) dalam sebuah pertemuan yang digelar di Manado. Pusat riset ini dirancang menjadi lembaga unggulan untuk penelitian, konservasi, budidaya, pendidikan, hingga pengembangan industri ikan sidat tropis Indonesia.
Deklarasi awal tersebut dinilai sebagai momentum penting dalam upaya menjadikan Tomohon sebagai “Kota Sidat Indonesia”, sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Utara sebagai salah satu kawasan strategis pengembangan komoditas perikanan bernilai tinggi.


Indonesia kaya spesies ikan sidat, Sulawesi Utara punya potensi besar

Melansir minahasaraya.com, gagasan pembentukan pusat riset ini diprakarsai oleh Prof. Ir. Kawilarang W. A. Masengi, MSc., PhD., akademisi dan peneliti yang dikenal aktif mengembangkan riset kelautan dan perikanan di Sulawesi Utara. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal biodiversitas yang luar biasa untuk menjadi pusat pengembangan sidat dunia.

Dari sekitar 22 spesies ikan sidat (Anguilla spp.) yang dikenal di dunia, sebanyak 12 spesies ditemukan di Indonesia. Sulawesi sendiri menjadi habitat sedikitnya delapan spesies, sementara lima spesies tercatat hidup di perairan Sulawesi Utara, yakni Anguilla celebesensis, Anguilla marmorata, Anguilla bicolor bicolor, Anguilla bicolor pacifica, dan Anguilla borneensis.

Potensi tersebut dinilai sangat strategis, tidak hanya dari sisi konservasi, tetapi juga untuk pengembangan ekonomi masyarakat, peningkatan nilai tambah sektor perikanan, serta mendukung ketahanan pangan nasional. Upaya ini sejalan dengan kebijakan nasional yang menempatkan sidat sebagai salah satu spesies penting yang perlu dikelola dan dilestarikan secara berkelanjutan.

Kinilow dipilih jadi lokasi pusat riset

Dalam pertemuan tersebut, para peserta menyepakati Kelurahan Kinilow, Kota Tomohon, sebagai lokasi yang paling potensial untuk pengembangan pusat riset ikan sidat. Kawasan ini dinilai memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari kondisi lingkungan yang mendukung, ketersediaan sumber air berkualitas, hingga kedekatannya dengan pusat pendidikan dan penelitian.   
Keberadaan fasilitas riset di Kinilow diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan teknologi budidaya, konservasi, serta inovasi industri sidat yang dapat menarik kolaborasi nasional maupun internasional.

Akademisi dan investor siap berkolaborasi

Dukungan terhadap pembentukan pusat riset ini datang dari berbagai kalangan. Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Prof. Dr. Ir. Jeffry Mokolensang, MSc., pakar nutrisi dan pakan ikan lulusan Jepang yang telah menghasilkan berbagai penelitian di bidang perikanan.

Sementara dari sektor swasta, dukungan disampaikan oleh Jimmy Cumbertu, pemilik PT Hakato Arta Industri. Ia menyatakan komitmennya untuk mendukung pembangunan sarana dan prasarana yang dibutuhkan bagi pengembangan pusat riset sidat di Tomohon.


Siapkan roadmap jangka panjang

Sebagai tindak lanjut dari deklarasi awal tersebut, para peserta sepakat membentuk tim persiapan yang akan menyusun roadmap pengembangan Pusat Riset Sidat Tomohon. Dokumen tersebut akan menjadi panduan pengembangan jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.

Apabila terealisasi sesuai rencana, pusat riset Sidat Tomohon tidak hanya akan menjadi pusat kajian ilmiah, tetapi juga berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi baru berbasis perikanan berkelanjutan. Lebih jauh lagi, inisiatif ini dapat memperkuat identitas Tomohon sebagai kota riset dan inovasi perikanan, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai “Kota Sidat Indonesia”.(P-*r/sm)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan