Tonton Youtube BP

Tiga orang taikonaut China terdampar di luar angkasa

Jeffry Wuisan
6 Nov 2025 22:57
3 minutes reading

PRIORITAS, 6/11/25 (Beijing): Tiga orang taikonaut (astronaut) China terdampar di luar angkasa setelah objek misterius menabrak kapsul kepulangan mereka di orbit.

Ketiga taikonaut tersebut adalah kru misi Shenzhou-20. Mereka sudah berada di luar angkasa selama 6 bulan lebih.

China terpaksa mengirim awak pengganti kru Shenzhou-21 dan sudah mencapai stasiun luar angkasa Tiangong. Ini berarti sudah ada dua tim taikonaut di luar angkasa.

“Tiga astronaut China terdampar sementara di luar angkasa setelah kapsul kepulangan mereka ditabrak puing-puing orbital”, kata badan penerbangan antariksa berawak China, seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Kamis (6/11/25).

Ketiga taikonaut itu, Wang Jie, Chen Zhongrui, dan Chen Dong, diluncurkan dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di Tiongkok barat laut pada bulan April.

Mereka mencapai stasiun luar angkasa Tiangong dalam enam jam, dengan perjalanan pulang awalnya dijadwalkan pada 5 November 2025. Namun belum bisa pulang ke bumi, karena pesawat untuk pulang diduga mengalami kerusakan.

Tiga awak taikonaut China itu selama berada stasiun luar angkasa Tiangong, melakukan berbagai tugas, termasuk memperbaiki kerusakan pada pos terdepan yang mengorbit.

Namun, dugaan ada serpihan kecil puing luar angkasa menghantam pesawat ruang angkasa Shenzhou 20 sehingga membatalkan jadwal kepulangan mereka.

Stasiun luar angkasa China, Tiangong.(@wulei2020)

Awak pengganti

Awak pengganti mereka, yang diluncurkan pada tanggal 31 Oktober dari Bumi, telah mencapai pos terdepan yang mengorbit.

Kedua tim saat ini masih berada di Tiangong dengan analisis dampak dan penilaian risiko yang saat ini sedang berlangsung.

“Pesawat ruang angkasa berawak Shenzhou-20 diduga telah ditabrak oleh sepotong kecil puing orbital, dan penilaian dampak serta risiko terkait saat ini sedang dilakukan”, jelas badan penerbangan antariksa China, lapor media The Independent.

Untuk memastikan keselamatan dan kesehatan para taikonaut serta keberhasilan misi, telah diputuskan misi kembali Shenzhou-20 yang semula dijadwalkan pada 5 November, akan ditunda.

Badan antariksa China belum mengungkapkan apakah pesawat antariksa Shenzhou-20 terkena serpihan di tengah penerbangan atau saat berlabuh di Tiangong.

Protokol yang ada menunjukkan jika Shenzhou-20 tetap tidak dapat diperbaiki, pesawat ruang angkasa Shenzhou-21 akan digunakan untuk mengangkut awak yang terdampar kembali ke Bumi.

Bisa mematikan

Insiden terbaru ini mengungkap bahaya yang ditimbulkan terhadap misi antariksa berawak,  akibat meningkatnya jumlah sampah antariksa.

Sampah-sampah itu terdiri dari bagian-bagian pesawat antariksa yang dibuang.

Semakin banyak penelitian dan organisasi antariksa internasional, yang memperingatkan bahaya tabrakan dengan puing-puing mengambang di luar angkasa ratusan mil di atas Bumi.

Perkiraan Jaringan Pengawasan Luar Angkasa AS, menunjukkan mungkin ada lebih dari 200.000 objek berukuran puing antara 1-10 sentimeter di luar angkasa.

Selain itu terdapat puluhan ribu objek sampah berukuran lebih dari 10 cm di bagian luar angkasa ini,  yang dipenuhi satelit.

Objek sekecil pasir saja di luar angkasa yang menghantam astronaut yang sedang berada di luar pesawat dapat mengakibatkan luka parah bahkan kematian.

Objek atau material akan terbang dengan kecepatan tinggi di luar angkasa, karena ruang hampa tidak ada hambatan udara. Energi kinetiknya bisa menyebabkan kerusakan hebat jika objek bertabrakan.

Puing atau objek sebesar 1 cm saja bisa melayang dengan kecepatan sekitar 10 kilometer perdetik atau 36.000 km perjam. Energi kinetiknya sekitar 100-200 joule atau setara dengan tembakan peluru pistol.

Tahun lalu, puing-puing dari satelit Rusia yang meledak, telah memaksa para astronaut di Stasiun Luar Angkasa Internasional untuk mencari perlindungan.

Lebih dari 180 pecahan dari ledakan satelit Rusia itu memenuhi bagian ruang angkasa, yang sudah padat di atas Bumi dan ditempati ribuan satelit lainnya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan tahun lalu, tindakan mendesak diperlukan untuk melacak puing-puing orbital dan untuk membuat kerangka kerja internasional untuk mengelolanya.(P-Jeffry W)

 

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x