Tenang!!! KSP: Cadangan beras nasional paling kuat

Jeffrey Rawis
Rabu, 11 Maret 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 11/3/26 (Jakarta): Saat ini, cadangan beras nasional mencapai 3,7 juta ton atau sekitar 144 persen dari total kebutuhan nasional dan menjadi cadangan pangan yang paling kuat. Demikian Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari menyebutkan.

“Pada 9 Maret 2026, stok beras tercatat mencapai 3.743.740 ton atau sekitar 144 persen dari kebutuhan, sehingga komoditas beras ini adalah cadangan yang paling kuat,” ungkap Qodari dalam konferensi pers Update Pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan Persiapan Mudik Lebaran di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/3/26).

Selanjutnya dipaparkan, total ketersediaan beras nasional mencapai 27,99 juta ton yang terdiri dari stok Bulog 3,76 juta ton, stok kebutuhan masyarakat 12,5 juta ton, standing crop siap panen 11,73 juta ton pada Maret 2026. Diproyeksikan jumlah tersebut akan bertambah 5 juta ton dalam waktu dua bulan ke depan nanti.

Karena itu, dengan kondisi tersebut, kata Qodari, tanpa memperhitungkan panen berikutnya, ketersediaan beras diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga 11 bulan ke depan, sehingga tak perlu ada kekhawatiran.

“Perkiraan ketersediaan beras untuk 11 bulan ke depan didasarkan pada stok saat ini dan akan terus bertambah karena program swasembada pangan terus dilakukan,” kata Muhammad Qodari, dikutip Antara.

Salurkan beras SPHP

Kemudian, demi menjaga stabilitas harga pangan dan pasokan, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional (Bapanas) beserta Perum Bulog telah menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 7,38 juta ton, dengan distribusi terbesar melalui instansi pemerintah dan program Rumah Pangan Kita (RPK) yang dibuat pemerintah.

Selain itu, Gerakan Pangan Murah (GPM) juga akan dilakukan di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota sebagai langkah untuk mengendalikan inflasi di level baik.

Selanjutnya Qodari menyebut pemerintah berkomitmen menjaga keberlanjutan swasembada pangan dengan terus meningkatkan produksi, memperkuat hilirisasi pertanian, serta memperluas pasar ekspor untuk pangan kita.

Perkuat ketahanan pangan

Lalu Qodari juga menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto akan selalu memperkuat ketahanan pangan nasional sebagai langkah antisipasi dalam menghadapi potensi krisis, baik bencana maupun global saat ini maupun ke depan.

Tegasnya, Pemerintah tidak menunggu krisis terjadi tetapi sudah menyiapkan fondasi agar ketika ada gejolak internasional termasuk konflik regional, seperti di Timur Tengah, Indonesia tetap memiliki ketahanan pangan yang kuat serta terkenndali.

“Di tengah krisis pada hari ini, kita boleh dibilang aman atau tidak. Jadi Bapak Presiden Prabowo adalah sosok yang sangat visioner yang mampu mengantisipasi permasalahan-permasalahan yang akan terjadi di masa depan,” demikian Muhammad Qodari. (P-*r/jr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025