Tanah longsor dan banjir sapu New Zealand, dua orang tewas dan 11 lainnya hilang

Jeffry Wuisan
Kamis, 22 Januari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 22/1/26 (Wellington): Sebanyak dua orang ditemukan tewas dan 11 lainnya dinyatakan hilang, akibat tanah longsor dan banjir yang menyapu sejumlah wilayah di New Zealand.

Seperti dikutip Beritaprioritas.com dari media New Zealand, Stuff, hari Kamis (22/1/2026), peristiwa itu dipicu curah hujan tinggi selama dua hari berturut-turut.

Peristiwa pertama terjadi di Pulau Utara Selandia Baru ketika tanah longsor menghantam sebuah rumah dan tempat perkemahan liburan.

Di lokasi itu dua orang ditemukan tewas. Tim penyelamat juga bergegas menyelamatkan orang-orang lain yang terjebak.

Polisi mengatakan tanah longsor pertama itu menghantam sebuah rumah di Welcome Bay sekitar pukul 4.50 pagi pada hari Kamis (3.50 sore GMT pada hari Rabu).

“Dua orang berhasil menyelamatkan diri, tetapi jenazah dua orang lainnya yang terjebak di dalam kemudian ditemukan”, kata menteri manajemen darurat, Mark Mitchell.

Beberapa jam kemudian, tanah longsor kedua melanda Beachside Holiday Park, di kaki Gunung Maunganui, menghancurkan kendaraan, mobil karavan dan sebuah blok fasilitas umum.

Polisi mengatakan jumlah orang yang hilang di sana berjumlah sepuluh orang, dan anjing pelacak dikerahkan untuk mencari di reruntuhan, lapor The Independent.

Menurut sejumlah saksi, mereka sempat mendengar teriakan minta tolong dari reruntuhan yang tertimpa longsoran tanah di bangunan kamar mandi.

“Ada blok kamar mandi… dan ada orang-orang yang menggunakannya saat tanah longsor terjadi,” kata Mitchell kepada Australian Broadcasting Corp.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Selandia Baru mengatakan pencarian awal mendeteksi suara-suara dari bawah reruntuhan, tetapi tim penyelamat kemudian terpaksa mundur karena kondisi tanah yang tidak stabil.

Di bagian utara negara bagian itu, seorang pria masih hilang setelah tersapu banjir di dekat Warkworth pada hari Rabu. Pria tersebut terseret arus bersama mobilnya saat hujan deras.(P-Jeffry W)

 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025