Talenta muda Indonesia bersinar di Singapura melalui inovasi AI

Zamir Ambia
Rabu, 20 Mei 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 20/5/26 (Jakarta): Meutya Hafid menegaskan keseriusan pemerintah dalam mendukung pengembangan talenta digital dalam negeri, menyusul keberhasilan anak muda Indonesia mencetak prestasi di kancah teknologi internasional.

Pada kompetisi AI Ready ASEAN Youth Challenge 2026 yang digelar di Singapura pada Selasa (19/5), inovasi mahasiswa Institut Teknologi Bandung berhasil keluar sebagai pemenang melalui aplikasi mitigasi bencana berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bernama Noah AI.

Aplikasi yang dikembangkan oleh Mohammad Ari Alexander Aziz, Jason Edward Salim, dan Tiffany Viriya Chu itu dirancang untuk memprediksi sekaligus memverifikasi potensi banjir, serta memberikan peringatan otomatis kepada pengguna. Keberhasilan inovasi tersebut menunjukkan kapasitas generasi muda Indonesia dalam menciptakan solusi nyata bagi berbagai persoalan sosial.

Capaian tim Institut Teknologi Bandung itu sekaligus menjadi puncak dominasi talenta muda Indonesia dalam ajang tersebut. Dari sekitar 600 karya yang ikut bersaing, sebanyak 300 karya berasal dari Indonesia. Hal ini mencerminkan tingginya antusiasme sekaligus kemampuan generasi muda Tanah Air dalam penguasaan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Meutya Hafid yang hadir langsung di Singapura untuk mendampingi tim Indonesia menyampaikan apresiasinya atas tingginya antusiasme peserta dari Tanah Air. Ia menilai potensi besar yang dimiliki generasi muda Indonesia perlu mendapat dukungan dan fasilitasi optimal agar dapat berkembang lebih luas.

Melihat besarnya potensi tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital bergerak cepat menyiapkan berbagai program strategis guna mendorong pertumbuhan inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) secara berkelanjutan di Indonesia.

Sejumlah program kolaboratif yang telah dijalankan di berbagai daerah di antaranya Digital Scholarship, yaitu program beasiswa untuk meningkatkan kemampuan digital demi mencetak talenta unggul, serta Garuda Spark Innovation Hub yang menjadi wadah diskusi dan kolaborasi dalam melahirkan startup digital inovatif.

Bergantung pada ekosistem global

Menkomdigi juga menegaskan, keberlanjutan prestasi talenta muda Indonesia sangat bergantung pada keterhubungan mereka dengan ekosistem global. Karena itu, Kementerian Komdigi berkomitmen menjadi penghubung antara inovator muda nasional dan perusahaan teknologi dunia.

“Intinya adalah innovation hub atau pusat inovasi yang memadukan talenta ini. Karena kalau talenta ini tidak kita padukan dengan para produsen teknologi raksasa dunia itu juga agak sulit ketemunya. Mereka harus masuk ke ekosistem yang lebih besar,” ujar Meutya, dikutip dari Antara.

Melalui kolaborasi erat antara talenta muda Indonesia yang berprestasi di tingkat internasional dan dukungan penuh dari Kementerian Komunikasi dan Digital, Indonesia dinilai semakin berada di posisi strategis untuk menjadi salah satu kekuatan utama dalam perkembangan inovasi kecerdasan buatan (AI) di tingkat global. (P-Zamir)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025