Mojtaba Khamenei, adalah kandidat kuat menjadi pemimpin Iran yang baru. Namun penetapan namanya ditunda karena takut dibunuh.(sayyid mojtaba)PRIORITAS, 6/3/26 (Washington): Iran menunda penetapan calon pengganti mendiang Ayatollah Ali Khamenei, dengan alasan kekhawatiran akan dibunuh.
“Salah satu alasan penundaan itu adalah kekhawatiran atas potensi penargetan terhadap pemimpin baru,” kata seorang pejabat Iran, seperti dikutip Beritaprioritas.com dari i24News, hari Jumat (6/3/26)
Menurut dua pejabat Iran yang berbicara kepada The New York Times dengan syarat anonim, penundaan ini menyusul komentar publik dari Amerika Serikat dan Israel, yang mengindikasikan pemimpin baru Iran tersebut juga dapat menjadi target serangan.
Putra mendiang pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei (56 tahun), telah muncul sebagai kandidat utama untuk posisi tersebut.
Namun, para pejabat mengatakan kekhawatiran keamanan meningkat setelah namanya beredar di media sebagai calon pengganti yang potensial.
Kedua sumber itu mengatakan pernyataan AS secara eksplisit mengindikasikan Mojtaba Khamenei tidak akan diterima dan dapat dieliminasi jika ia mengambil alih peran tersebut.
Para pejabat Iran mengatakan kombinasi antara perencanaan suksesi internal dan tekanan eksternal, telah menciptakan lingkungan yang luar biasa sensitif.
Belum ada pengumuman resmi mengenai daftar kandidat atau jadwal pengangkatan pemimpin tertinggi yang baru.
Para analis mengatakan situasi ini menambah ketidakpastian pada lanskap politik dan keamanan Iran.
Para pejabat Iran juga menilai, otoritas Iran diperkirakan akan terus memantau perkembangan domestik dan ancaman keamanan regional sebelum menetapkan pengganti.(P-Jeffry W)