Tahun 2025 produksi rokok Indonesia jeblok

Armin Mandika
Selasa, 13 Januari 2026
EKBIS 0 689
2 menit membaca

PRIORITAS, 13/1/26 (Jakarta): Sepanjang tahun 2025 produksi rokok Indonesia jeblok. Penjualan rokok pada 2025 bahkan menjadi yang terendah setidaknya dalam satu dekade.


Sebagaimana data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan sebagaimana dilansir dari CNBC Indonesia, menunjukkan produksi rokok pada Desember 2025 mencapai 29 miliar batang. Angka ini melonjak 3,8 persen dibandingkan November 2025 (month to month/mtm). Namun, produksi tersebut jeblok 15,9 persen dibandingkan Desember periode yang sama pada 2024 (year on year/yoy).

Untuk secara keseluruhan, produksi rokok Januari-Desember 2025 mencapai 307,8 miliar batang atau turun 3 persen dibandingkan 2024.

Kalau dirunut sejak 2016-2025, produksi rokok 2025 adalah yang terendah setidaknya sejak 2016 atau 10 tahun terakhir atau dalam satu dekade.


Produksi rokok memang melonjak pada Desember (mtm) sebagai antisipasi kenaikan permintaan akhir tahun dan cukai tahun depannya.

Tidak adanya kenaikan cukai rokok pada 2026 bisa menjadi sentiment yang berbeda. Produsen tidak menggenjot produksi karena tidak ada kebutuhan untuk menumpuk pita cukai yang lebih murah.

Adapun produksi rokok 2025 yang hanya 307,8 miliar batang menjadi yang terendah dalam satu dekade. Produksi ini melemah salah satunya karena daya beli.

Melemahnya daya beli sempat menjadi isu nasional pada awal 2025 hingga pertengahan tahun. Hal ini setidaknya terekam dalam deflasi pada Januari-Agustus 2025 di mana terjadi empat kali deflasi serta melemahnya penjualan ritel Indonesia.

Karena alasan daya beli pula kemudian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tidak menaikkan tarif cukai untuk tembakau dan produknya. Dalam catatan Bank Indonesia, penjualan riil (mtm) sektor makanan, minuman, dan tembakau terkoreksi selama lima bulan pada Januari-September 2025. (P-*r/am)

 

 

 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan