Sulteng dalam bahaya besar! El Nino membara, ancaman karhutla mengintai 13 daerah kapan saja

Sem Muhaling
Rabu, 12 Agustus 2026
Cuaca DAERAH 0 246
2 menit membaca
PRIORITAS, 11/08/26 (Palu): Fenomena El Nino ekstrem mengancam seluruh wilayah Sulawesi Tengah. Ancaman kebakaran hutan dan lahan kini mengintai masyarakat.
Ancaman badai panas El Nino
BMKG Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al Jufri Palu memberikan peringatan keras. Awan sulit tumbuh di langit Sulawesi Tengah.
Kondisi cuaca di 13 kabupaten dan kota menjadi sangat kering. Kelembapan udara juga terus menurun drastis.
Forecaster BMKG Fathan Labanu menyampaikan kabar tersebut di Palu. Ia memprediksi musim kemarau berlangsung hingga akhir tahun 2026.
Suhu udara Kota Palu menyentuh 36 derajat Celsius pada siang hari. Sementara itu, suhu malam hari mencapai 22 derajat Celsius.
Rerumputan kering siap membara
BMKG mencatat potensi karhutla masuk kategori sedang hingga sangat tinggi. Potensi bahaya ini berlangsung pada 9 sampai 15 Agustus 2026.
Analisis Fire Danger Rating System menunjukkan angka Fine Fuel Moisture Code di atas 82. Angka tinggi ini berlaku untuk seluruh kabupaten dan kota.
Dedaunan dan alang-alang berada dalam kondisi sangat kering. Ilalang kering tersebut sangat mudah tersulut api.
Kabupaten Buol mencatat angka tertinggi sebesar 92 pada 15 Agustus. Parigi Moutong, Poso, dan Banggai Laut menyusul dengan angka 91.
Nilai Fire Weather Index Banggai Laut bahkan mencapai angka 30. Banggai Kepulauan menyusul dengan nilai 29 dan Banggai nilai 24.
Buol dan Poso mencatat angka 22. Sementara itu, Tojo Una-Una mencatat nilai 21.
Morowali meraih nilai 19 dan Tolitoli angka 17. Morowali Utara, Palu, Donggala, Parigi Moutong, serta Sigi berada di angka 15.
Aparat siap siaga tempur
Melansir Antara News, Kapolres Tojo Una-Una AKBP Yanna Djayawidya langsung mengambil langkah tegas. Ia memerintahkan seluruh personel memperkuat deteksi dini karhutla.
Petugas harus segera memadamkan titik api sekecil apa pun. Langkah cepat mencegah kobaran api membesar ke area lain.
Polres Touna menggelar apel pasukan pencegahan karhutla pada Selasa. Kegiatan ini melibatkan Polsek, Satpol PP, UPTD KPH, BPBD, dan Pemadam Kebakaran.
Kapolres menegaskan apel ini bukan sekadar acara seremonial semata. Kegiatan ini memastikan kesiapan personel serta sarana prasarana pemadam.
Sinergi bersama cegah bencana
Kebakaran hutan merusak lingkungan dan mengganggu kesehatan masyarakat luas. Roda ekonomi warga juga bisa terhenti akibat bencana api.
Kapolres menekankan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, pemda, dan warga. Semua pihak harus bekerja sama memadamkan potensi kebakaran.
Ia mengingatkan para petugas agar tetap mengutamakan keselamatan jiwa. Seluruh personel wajib menjaga kekompakan saat bertugas di lapangan. (P-sm)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan