Presiden Prabowo menyampaikan keterangannya kepada wartawan di Washington DC, Amerika Serikat. (BPMI Setpres)PRIORITAS, 23/2/2026 (Jakarta): Di tengah sorotan tajam dan beragam spekulasi publik atas arah perundingan dagang Indonesia–Amerika Serikat, Prabowo Subianto akhirnya angkat bicara dari Washington, D.C., Amerika Serikat, Minggu (22/02/2026).
Keterangan pers yang dikutip dari laman Sekretariat Negara, Senin (23/2/2026), menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menegaskan, perundingan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat telah menghasilkan kesepahaman yang saling menguntungkan dan dibangun atas dasar saling menghormati.
Pernyataan ini menjadi penegasan langsung bahwa diplomasi ekonomi yang dijalankan Indonesia tetap berpijak pada kepentingan nasional, sekaligus menjaga kemitraan strategis yang setara di tengah dinamika perdagangan global.
Presiden menyampaikan hal tersebut dalam keterangannya kepada wartawan di Washington DC. Ia menjelaskan bahwa proses negosiasi tarif perdagangan telah berlangsung panjang, namun hasil akhirnya dinilai positif bagi kepentingan Indonesia.
“Kita bahas masalah perdagangan di antara dua negara. Perundingan sudah cukup lama, artinya ketemu saling menguntungkan, saling menghormati, saya kira bagus,” ujar Presiden.
Terkait dinamika terbaru setelah putusan Supreme Court Amerika Serikat mengenai kebijakan tarif, Presiden menegaskan bahwa Indonesia menghormati proses politik dalam negeri AS serta siap menghadapi berbagai kemungkinan yang muncul.
“Kita siap menghadapi semua kemungkinan. Kita hormati politik dalam negeri Amerika Serikat, kita lihat perkembangannya,” tegasnya.
Menanggapi kebijakan tarif sementara sebesar 10 persen, Presiden memandang langkah tersebut tetap memberikan ruang keuntungan bagi Indonesia. “Saya kira menguntungkan ya. Kita siap untuk menghadapi segala kemungkinan,” tambahnya.
Selain isu perdagangan, Presiden juga mengungkapkan bahwa sejumlah pemimpin perusahaan investasi global menunjukkan minat yang tinggi terhadap Indonesia. Para pelaku usaha disebut semakin percaya dengan kondisi ekonomi nasional yang dinilai terus membaik.
“Mereka menyampaikan mereka sangat tertarik dengan Indonesia, mereka confident. Mereka melihat iklimnya membaik terus, mereka positif terhadap ekonomi kita,” ungkap Presiden.
Pemerintah memastikan bahwa diplomasi dan negosiasi perdagangan akan terus dilakukan dengan mengedepankan kepentingan nasional serta menjaga stabilitas dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.