
Tren manikur Jepang yang digandrungi Sarah, Duchess of Edinburgh (kanan), mengikuti jejak Chaterine, Princess of Wales. (Courtesy: Cosmopolitan.com UK)PRIORITAS, 14/8/26 (Glasgow, Skotlandia): Beberapa tren kecantikan memiliki daya tarik yang begitu kuat. Ada tren yang dipopulerkan oleh Princess of Wales, Catherine Elizabeth Middleton atau yang lebih dikenal sebagai Kate Middleton, istri Pangeran Andrew. Ia diketahui menggandrungi manikur Jepang.

Menariknya, kesukaannya terhadap manikur Jepang itu diikuti Sophie Helen Rhys-Jones. Sophie adalah istri Duke of Edinburgh, Pangeran Edward, yang tak lain adalah adik ipar Kate Middleton. sebagai istri Pangeran Edward, Sophie menyandang gelar Duchess of Edinburgh.
Pada ajang Commonwealth Games 2026 di Glasgow, Skotlandia, akhir Juli hingga awal Agustus lalu, Princess of Wales yang bernama resmi Chaterine, dan Sophie tampil dengan gaya kuku yang tampak serasi—sebuah momen kebetulan yang menarik perhatian.

Duchess of Edinburgh, Sophie, bersama Pangeran Edward (foto kiri), dan Princess of Wales, Catherine bersama Pangeran Andrew, saat menonton ajang Commonwealth Games 2026 di Glasgow, Skotlandia, United Kingdom (UK). (Courtesy: Cosmopolitan.com UK)
Keduanya memilih tampilan kuku yang sehat, berkilau, dan tampak hampir polos – yang dikenal sebagai manikur Jepang – sebuah tren yang sedang sangat digemari saat ini.

Selama bertahun-tahun, Princess of Wales telah menjadi sosok ikonik untuk gaya manikur Jepang, dan kini, Sophie tampaknya mengikuti jejak gaya kuku yang dipoles dengan sempurna tersebut.
Terlepas dari berbagai rumor tak berujung mengenai “protokol” di keluarga kerajaan Inggris, tidak ada aturan resmi yang melarang penggunaan cat kuku berwarna di kalangan bangsawan tersohor itu.

Sophie (kiri) dan Chaterine atau Kate Middleton, dua perempuan yang menjadi anggota keluarga kerajaan Inggris, dikenal kompak. Sampai-sampai untuk urusan perawatan kuku pun mereka sama-sama mengikuti tren manikur Jepang. (Courtesy: Vanity Fair)
Kesalahpahaman ini sebagian besar bermula dari preferensi lama Ratu Elizabeth II terhadap warna-warna netral yang rapi – terutama warna merah muda transparan- karena dianggap tak lekang oleh waktu, elegan, dan tidak mencolok.
Seiring berjalannya waktu, preferensi pribadi tersebut berkembang menjadi gaya khas keluarga kerajaan yang tidak tertulis.

Gaya manikur Jepang yang disukai Duchess of Edinburgh, Sophie, simpel dan mengutamakan kondisi alami kuku. (Courtesy: Cosmopolitan.com UK)
Dilansir dari media internasional Cosmopolitan.com edisi United Kingdom, diketahui bahwa manikur Jepang dikenal dengan teknik salon yang mengutamakan kondisi alami kuku, dengan fokus pada ujung kuku yang sehat, berkilau, dan berbentuk rapi – bukan sekadar lapisan warna atau desain yang rumit.
“Perawatan ini dirancang untuk memperkuat dan meningkatkan kesehatan kuku menggunakan bahan-bahan seperti lilin lebah (beeswax) dan mineral laut,” ungkap Sophia Stylianou, seorang ahli manikur langganan selebritas, kepada Cosmopolitan UK.
Teknik manikur itu tidak menggunakan lampu UV dan proses penghapusan cat kuku dengan aseton. Manikur ala Jepang membuat kuku dengan tampilan yang jauh lebih indah dan sehat.
“Sebagai ganti UV, kuku dipoles secara lembut untuk menghasilkan tampilan akhir yang halus dan berkilau alami serta tampak sehat,” jelas Sophia.
Hebatnya lagi, meskipun banyak salon menawarkan layanan ini, perawatannya sangat praktis dan ternyata mudah dilakukan sendiri di rumah.
Anda hanya perlu menyiapkan perlengkapan perawatan kuku (seperti kikir, pinset, minyak kutikula, dan sebagainya), dan Anda pun siap memulainya! (P-*/rwt)

