Pelatih Atletico Madrid Diego Simeone berdebat dengan striker Real Madrid Vinicius Jr. saat laga Copa del Rey yang mempertemukan rival sekota antara Atletico kontra Real Madrid di Stadion Civitas Metropolitano di Madrid, Spanyol, pada 18 Januari 2024. (Courtesy: Getty Images)PRIORITAS, 13/1/26 (Jeddah): Tensi tinggi yang mewarnai semifinal Piala Super Spanyol yang mempertemukan rival sekota antara Atletico dan Real Madrid akhirnya mereda.
Pelatih Atletico, Diego Simeone, menunjukkan sisi sportivitasnya jelang laga Copa del Rey melawan Deportivo La Coruna. Dalam konferensi pers terbaru, secara mengejutkan Simeone minta maaf atas perilakunya di pinggir lapangan terhadap bintang muda Real Madrid, Vinicius Jr.
Drama tersebut bermula di Jeddah, Arab Saudi, saat Atletico kalah 1-2 dari Los Blancos. Sorotan kamera menangkap momen panas ketika Simeone terlibat adu mulut dengan Vinicius.
Dalam perdebatan soal penalti itu, pelatih berjuluk Cholo tersebut tertangkap kamera melontarkan kata-kata provokatif, menyebut bahwa Presiden Real Madrid, Florentino Pérez, “akan menyingkirkannya (Vinicius).”
Akibat insiden itu, keduanya diganjar kartu kuning. Awalnya, Simeone sempat mengelak dan mengaku “tidak ingat” apa yang diucapkannya. Namun, kini ia memilih untuk berjiwa besar dan mengakui kekhilafannya.
“Saya ingin meminta maaf kepada Mr. Florentino dan Mr. Vinicius atas apa yang terjadi,” ujar Cholo dalam jumpa persnya, dikutip dari ESPN UK, Selasa (13/1/26).
Ia menyadari posisinya sebagai pelatih seharusnya memberikan contoh yang lebih baik, bukan terpancing emosi sesaat.
“Jelas salah untuk menempatkan saya di posisi itu dan saya menerima, pastinya saya tidak melakukan hal yang benar,” tambahnya dengan nada penyesalan.
Meski Simeone minta maaf kepada pihak Real Madrid, ia mengambil sikap berbeda terhadap kritik yang datang dari luar.
Eks pelatih El Real, Xabi Alonso sempat menyentil perilaku Simeone yang dianggap melanggar batas rasa hormat antarkolega dan bukan contoh olahragawan yang baik.
Menanggapi hal tersebut, Simeone memilih bungkam dan tidak ingin memperpanjang polemik.
“Saya tidak punya tambahan apa pun,” tegas Cholo singkat saat dimintai tanggapan soal komentar Alonso.
Terlepas dari drama personal, Simeone tetap objektif menilai jalannya pertandingan. Meskipun statistik menunjukkan Atletico lebih mendominasi penguasaan bola dan jumlah tembakan di semifinal, ia mengakui ketangguhan mental Real Madrid (yang kemudian kalah 2-3 dari Barcelona di final) dan sang juara, Barcelona.
“Tim yang menang pantas untuk lolos,” katanya.
“[Real] menang, mereka pantas untuk lolos. Di final [melawan Barcelona] mereka hampir bermain imbang. Mereka selalu berjuang, seperti yang biasa kita lihat,” sambungnya.
Kini, Atletico Madrid dan Simeone berusaha melupakan insiden tersebut dan fokus penuh untuk meraih hasil positif di ajang Copa del Rey. (P-Khalied M)