Kondisi itu tercermin dari banyaknya keranjang ayam kosong di lapak pedagang. Kendati stok terbatas, pedagang tetap berjualan sejak pagi, namun jumlah pembeli masih terpantau relatif sedikit.
“Saya terpaksa tetap beli meski harganya naik karena kebutuhan. Menjelang Ramadan memang biasanya harga bahan pokok ikut naik,” ujar salah seorang pembeli, Lela, dikutip dari Beritasatu.com.

Keluhan serupa juga diungkapkan pedagang ayam potong, Alay Humaedi. Ia menyebut kenaikan harga mulai terjadi sejak beberapa hari terakhir.
“Pasokan dari pemasok berkurang, sementara permintaan mulai naik. Akhirnya harga ikut terdongkrak,” katanya.
Pedagang lain, Entis, menuturkan kondisi serupa kerap berulang setiap menjelang hari besar keagamaan.
“Kalau pasokan normal, harga bisa stabil. Sekarang ayam datang sedikit, jadi stok cepat habis,” ujarnya.
Pedagang dan pembeli berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk memastikan pasokan tetap tersedia serta menekan harga daging ayam. Upaya ini dianggap penting agar harga tidak terus merangkak naik menjelang Ramadan, khususnya di wilayah Subang. (P-Zamir)






