Tonton Youtube BP

Sam Ratulangi Institute gelar diskusi daring ‘Si Tou Timou Tumou Tou’ dalam konteks kekinian

Wilson Lumi
5 Nov 2025 07:36
3 minutes reading

PRIORITAS, 5/11/2025 (Jakarta): Dalam rangka memperingati hari lahir Dr. G.S.S.J. Ratulangi, Sam Ratulangi Institute (SRIN) akan menggelar diskusi daring bertajuk “Makna Falsafah Si Tou Timou Tumou Tou dalam Konteks Demokrasi Kekinian”, Rabu malam ini (5/11/2025) pukul 19.00 WIB.

Pemrakarsa SRIN, Dr. Jeffrey Rawis mengatakan, kegiatan ini akan menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan intelektual, antara lain DR. Benni Matindas, Prof. Dr. Ir. Rudy C. Tarumingkeng, Ph.D, serta Jeirry Sumampow sebagai narasumber, dengan Sonya Sinombor (wartawan Kompas) sebagai moderator.

Falsafah “Si Tou Timou Tumou Tou”, yang berarti manusia hidup untuk memanusiakan manusia, menjadi inti pembahasannya. Filosofi khas Minahasa ini dianggap relevan dalam membentuk generasi muda yang beretika di tengah era digital dan perkembangan demokrasi modern.

Sedikit bocoran, Prof. Rudy C. Tarumingkeng dalam catatannya ke panitia pelaksana menyebut bahwa dalam diskusi nanti, mantan Rektor UNKRIDA ini akan menekankan pada filosofis falsafah tersebut. Falsafah ini bukan sekadar semboyan etnik, tetapi “mandat moral untuk membentuk generasi pembelajar yang memelihara bumi, menghormati manusia, dan menyalakan kembali api kemanusiaan di tengah revolusi teknologi.”

Menurutnya, ada tiga nilai utama dapat direnungkan dari falsafah ini: Pertama, Manusia sebagai relasi — hidup bukan sekadar eksistensi individu, tetapi saling menumbuhkan. Kedua, Demokrasi sebagai proses kemanusiaan — bukan tujuan akhir, melainkan jalan menuju martabat yang lebih tinggi. Dan ketiga, generasi Z sebagai pewaris nilai — masa depan demokrasi bergantung pada bagaimana generasi muda memaknai kebebasan dalam tanggung jawab.

Pemakalah lainnya, Dr Benni Matindas mengajak generasi muda Sam Ratulangi untuk sempatkan ikut acara ini. “Hari ini Rabu 5 November 2025, setelah selama puluhan tahun terbiar sebagai sekadar slogan kosong, inilah untuk pertama kalinya konsep Si Tou Timou Tumou Tou dijelaskan sebagai FILSAFAT,” sebut Budayawan dan Sejarawan yang tak pernah berhenti berkarya ini.

Direktur Eksekutif SRIN, Jeirry Sumampouw, menjelaskan, diskusi daring ini diharapkan menjadi ruang refleksi dan dialog lintas generasi untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.

”Kita harus menjadi bangsa yang maju teknologi, tinggi moral, dan kokoh solidaritasnya,” pungkasnya.

Tentang SRIN

“Sam Ratulangi Institute” (SRIN) merupakan sebuah lembaga penelitian dan kajian yang secara formal sebagai salah satu “organ in-body” (organ/organisasi dalam tubuh) Gerakan Penerus Perjuangan Merah Putih (GPPMP), sebuah organisasi massa nasional di Indonesia.

Dalam konteks ini, istilah “organ in-body” tidak merujuk pada organ biologis. Sebaliknya, istilah ini merupakan istilah organisasi yang digunakan oleh GPPMP untuk menggambarkan berbagai badan konstituen, afiliasi, atau sayapnya yang beroperasi di bawah payungnya dan memiliki misi serta nilai-nilai inti yang sama.

GPPMP (Gerakan Penerus Perjuangan Merah Putih) adalah sebuah organisasi yang berfokus pada pelestarian dan penanaman semangat serta nilai-nilai heroik “Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946” di Sulawesi Utara, sebuah peristiwa bersejarah dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Sam Ratulangi Institute, bersama dengan organisasi-organisasi “in-body” lainnya seperti Gapempi (Gerakan Pengusaha Merah Putih Indonesia), GPMPI (Gerakan Perempuan Merah Putih Indonesia), Garda Merah Putih, dan lain-lain, bekerja untuk memajukan tujuan-tujuan GPPMP di bidang-bidang tertentu, seperti penelitian, studi, dan peran-peran strategis perempuan. (P-bwl)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x