PRIORITAS, 20/3/26 (Jakarta): Hari Jumat (20/3/26) ini, yelah berlangsung pelaksanaan Shalat Idul Fitri yang digelar oleh warga Muhammadiyah di seluruh dunia. Termasuk di Masjid Baitusy Syifa, RS Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur. Jamaah Muhamnadiyah tidak hanya untuk beribadah tetapi juga menekankan nilai toleransi di tengah perbedaan penentuan awal Syawal ini.
Seperti dikemukakab salah satu jamaah, Fakhri (33) yang menekankan perbedaan dalam menentukan awal bulan Hijriah, termasuk Idul Fitri, bukanlah persoalan besar yang perlu diperdebatkan lagi.
“Menurut saya perbedaan menentukan awal bulan hijriah atau lebaran itu tidak menjadi masalah besar. Kita harus saling menghormati dan menghargai setiap perbedaan,” ujar Fakhri di Jakarta Timur, Jumat (20/3/26).
Ditambahkannya, yang penting, fokusnya Lebaran ini jadi momen untuk memperkuat iman, memperbaiki ibadah dan menjadi lebih baik lagi.
Juga ia mengungkapkan rasa syukurnya setelah menunaikan Shalat Idul Fitri usai menjalani ibadah puasa selama Ramadhan lalu.
“Alhamdulillah tadi sudah selesai Shalat Id, ramai banget setelah melewati bulan Ramadhan. Semoga kita diberikan kesehatan selalu sampai bertemu di bulan suci selanjutnya,” Fakhri berharap.
Jangan jadi sumber perpecahan
Selanjutnya, pandangan serupa juga disampaikan oleh jamaah lainnya, Syahrul (26). Dia menilai perbedaan waktu pelaksanaan Idul Fitri merupakan hal yang lumrah terjadi dan tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan umat.
“Menurut saya perbedaan waktu pelaksanaan Idul Fitri ini hal yang biasa terjadi dan seharusnya tidak menjadi sumber perpecahan di tengah masyarakat,” demikian Syahrul.
Disebutnya, yang penting saling menghormati perbedaan dalam menentukan awal bulan Hijriah, fokus ibadah, fokus merayakan hari kemenangan di Idul Fitri.
Idul Fitri, sebut Syahrul, seharusnya menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat yang beragam masyarakat.
Suasana kondusif penuh toleransi
Diketahui, pelaksanaan Shalat Idul Fitri oleh Muhammadiyah yang lebih awal dari pemerintah kembali menjadi bagian dari dinamika penentuan kalender Hijriah di negara kita.
Kendati begitu, suasana kondusif dan penuh toleransi tetap terlihat di tengah masyarakat Indonesia, khususnya umat muslim.
“Dengan semangat saling menghormati, perayaan Idul Fitri kita tentunya ingin ini menjadi ajang memperkuat persatuan serta meningkatkan kualitas keimanan dan ibadah umat Muslim setelah menjalani bulan suci Ramadhan,” ujar Syahrul.
Antusias tunaikan ibadah
Para jamaah memadati pelaksanaan Shalat Idul Fitri yang digelar oleh warga Muhammadiyah di Masjid Baitusy Syifa, RS Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur (Jaktim) pada Jumat pagi tadi.
Dilaporkan Antara, antusiasme warga untuk menunaikan ibadah terlihat dari membludaknya jumlah jamaah hingga meluber ke area luar masjid tersebut.
Disebutkan juga, sejak pagi hari, jamaah sudah berdatangan dan memenuhi area dalam masjid hingga halaman. Bahkan, karena kapasitas yang tidak mencukupi, saf salat terpaksa diperluas hingga ke trotoar dan sebagian badan jalan di sekitar lokasi itu.
Jamaah datang mengenakan pakaian terbaik dan membawa perlengkapan ibadah, seperti sajadah dan alas shalat. Khatib dalam pelaksanaan Shalat Idul Fitri tersebut diisi oleh Irwan Akib, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pendidikan Seni Budaya dan Olahraga.
Tampak benar suasana penuh kebersamaan dan kekhidmatan, dengan gema takbir berkumandang menyambut hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan tersebut.
Adapun petugas dari panitia dan aparat setempat turut mengatur jalannya kegiatan agar berlangsung tertib dan lancar. Pengamanan serta pengaturan arus lalu lintas juga dilakukan untuk menghindari kepadatan di sekitar lokasi ini. (P-*r/jr)