
Banjir rob ancam wilayah Sulawesi Utara (Ist)PRIORITAS, 18/4/2026 (Manado): Ancaman banjir rob kembali menghantui wilayah pesisir Sulawesi Utara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi naiknya muka air laut yang bisa merendam permukiman warga dalam beberapa hari ke depan.
Fenomena ini dipicu oleh fase bulan baru pada 17 April 2026 yang diperkuat dengan kondisi perigee—saat bulan berada pada jarak terdekat dengan bumi—sehingga meningkatkan pasang maksimum air laut secara signifikan.
Pesisir Sulut Masuk Zona Waspada Banjir Rob
Sejumlah wilayah pesisir seperti Manado, Bitung, hingga Minahasa Utara disebut berpotensi terdampak. Kawasan rendah di sepanjang garis pantai menjadi titik paling rawan, terutama saat pasang tertinggi terjadi.
Di Minahasa Utara, warga mulai diminta bersiap menghadapi kemungkinan air laut masuk ke pemukiman, mengingat kejadian serupa kerap terjadi pada periode pasang ekstrem.
Aktivitas Warga Terancam Lumpuh
Banjir rob tidak hanya mengancam rumah warga, tetapi juga berpotensi melumpuhkan aktivitas ekonomi pesisir. Pelabuhan, usaha perikanan, hingga akses jalan di kawasan pantai bisa terdampak jika genangan air laut meningkat.
Kondisi ini biasanya terjadi secara tiba-tiba saat puncak pasang, sehingga warga diminta tidak lengah.
BMKG Minta Warga Jangan Abaikan Peringatan
BMKG menegaskan bahwa meski fenomena rob tergolong rutin, dampaknya bisa serius jika tidak diantisipasi. Masyarakat diminta terus memantau informasi resmi dan menghindari aktivitas di wilayah pesisir saat pasang maksimum.
Langkah antisipasi seperti mengamankan barang, meningkatkan kewaspadaan, hingga bersiap untuk evakuasi mandiri dinilai penting untuk mengurangi risiko.
Ancaman Nyata di Balik Fenomena Alam
Banjir rob memang bukan hal baru, namun kombinasi faktor astronomi kali ini membuat potensi dampaknya lebih besar. Tanpa kesiapsiagaan, genangan air laut bisa dengan cepat mengganggu kehidupan masyarakat pesisir.
Akhir pekan ini, pesisir Sulawesi Utara kembali diuji. Pertanyaannya, sudahkah warga benar-benar siap? (P-Sem)


