Elon Musk (kanan) duduk di meja bersama Presiden AS Donald Trump dan Istrinya dalam acara jamuan makan malam di rumah pribadi Trump di Mar-a-Lago, Florida.(@elonmusk)PRIORITAS, 7/1/26 (Washington): Triliuner Elon Musk dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sudah kembali akur setelah berbulan-bulan mereka bertengkar dan berpisah, demikian seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Rabu (7/1/2026).
Sebelumnya Elon Musk diketahui sangat akrab dengan Trump. Ia diketahui sebagai pendukung setia Trump sejak masa kampanye hingga Trump terpilih menjadi Presiden AS tahun 2024 lalu.
Setelah kampanye tahun 2024, Musk menjadi salah satu penyumbang politik terbesar Partai Republik. Ia menyumbangkan ratusan juta dolar.
Kedekatan mereka bahkan membawa Elon Musk ke posisi sebagai pimpinan Department of Government Efficiency (Doge) atau Departemen Efisiensi Pemerintah AS.
Trump menunjuk Musk untuk memberikan nasihat tentang upaya efisiensi pemerintah, yang berfokus pada pengurangan pengeluaran federal dan penyederhanaan operasi. Namun pada bulan Mei 2025, Musk keluar dari Doge di tengah meningkatnya kritik.
Ketegangan juga muncul kembali ketika Musk secara terbuka mengkritik proposal pengeluaran yang didukung Trump dan menyuarakan kekhawatiran tentang besarnya pengeluaran federal.
“Maaf, tapi saya sudah tidak tahan lagi,” kata Musk dalam unggahan tanggal 3 Juni tentang “RUU besar dan indah” yang dicetuskan Trump.
“Rancangan undang-undang pengeluaran Kongres yang besar, keterlaluan, dan penuh dengan kepentingan pribadi ini adalah sebuah kekejian yang menjijikkan. Malu pada mereka yang memilihnya: kalian tahu kalian salah. Kalian tahu itu,” keluh Musk, seperti dilaporkan Fox News.
Trump membalas dengan mengatakan dia “sangat kecewa” dengan kritik Musk terhadap rancangan undang-undangnya saat itu.
“Elon dan saya memiliki hubungan yang baik. Saya tidak tahu apakah hubungan kami akan tetap baik lagi”, kata Trump.
Musk membalas di X dengan mengatakan, “Tanpa saya, Trump akan kalah dalam pemilihan, Partai Demokrat akan menguasai DPR dan Partai Republik akan memiliki perbandingan 51-49 di Senat.”

Elon Musk (kiri) bersama Donald Trump, dua bulan setelah Trump jadi Presiden Amerika Serikat. (the independent)
Perbaikan hubungan
Menjelang akhir tahun 2025, Trump dan Musk tampaknya mengambil sikap yang lebih damai.
Pada bulan September, keduanya terlihat berjabat tangan di acara peringatan Charlie Kirk di sebuah boks di State Farm Stadium di Glendale, Arizona.
Musk juga terlihat di jamuan makan malam Gedung Putih pada bulan November, ketika Trump menjamu Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman.
Edward Lawrence dari FOX Business bertanya kepada Trump dalam rapat Kabinet pada 2 Desember lalu, apakah Musk kembali ke lingkaran pertemanannya setelah perselisihan mereka.
” Yah, saya benar-benar tidak tahu. Maksud saya, saya sangat menyukai Elon,” jawab Trump singkat.
Presiden Donald Trump dan Elon Musk tampaknya telah memperbaiki hubungan mereka yang sebelumnya tegang, menurut unggahan yang dibagikan pendiri Tesla yang miliarder itu di X.
Pada awal tahun baru 2026 ini, unggahan media sosial Musk itu mengindikasikan perbaikan hubungan setelah mundur dari peran Doge di tengah kritik.
Mantan kandidat Senat Tiffany Smiley dan mantan pejabat Gedung Putih Biden, Meghan Hays, membahas saran Elon Musk yang akan melanjutkan pendanaan politisi Partai Republik menjelang pemilihan sela di acara ‘America Reports’.
Dalam unggahan itu, Musk memposting foto saat sedang bersama Trump dan istrinya menikmati ‘makan malam yang menyenangkan’ di Mar-a-Lago setelah perseteruan publik.
Ia juga menulis, “Menikmati makan malam yang menyenangkan tadi malam bersama @POTUS dan @FLOTUS,” sebelum menambahkan, “Tahun 2026 akan luar biasa!”
Foto tersebut diambil dari sebuah acara makan malam di kediaman pribadi Donald Trump di Mar-a-Lago di Florida.
Postingan itu memicu spekulasi persahabatan erat antara bos Space-X dan Trump mungkin kembali terjalin setelah berbulan-bulan mengalami ketegangan.(P-Jeffry W)