Rupiah melemah di awal pekan, dolar AS masih mendominasi

Khalied Malvino
Senin, 29 Desember 2025
Keuangan 0 548
2 menit membaca

PRIORITAS, 29/12/25 (Jakarta): Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (29/12), bergerak ke level Rp16.772 per dolar AS atau terkoreksi 27 poin setara 0,16 persen.


Pelemahan rupiah mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar yang kembali aktif setelah libur panjang. Sentimen global terhadap dolar AS masih bertahan kuat dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Tekanan ini muncul di tengah minimnya katalis domestik jangka pendek dan sikap pasar yang cenderung defensif menjelang pergantian tahun.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai, rupiah masih berpotensi melanjutkan pelemahan dalam waktu dekat.


“Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS, terbebani prospek kebijakan pelonggaran pemerintah dan Bank Indonesia,” ujarnya kepada Antara di Jakarta, Senin.

Menurut Lukman, kebijakan pelonggaran tersebut dipersepsikan pasar sebagai faktor yang menekan daya tarik aset berdenominasi rupiah di tengah dominasi dolar global.

Lukman juga menyebut kondisi pasar akhir tahun berpotensi meningkatkan volatilitas. Rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada kisaran Rp16.700 hingga Rp16.800 per dolar AS.

Sebelumnya, pada perdagangan terakhir sebelum libur panjang Rabu (24/12), rupiah sempat ditutup menguat ke level Rp16.745 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menilai penguatan tersebut dipicu pertumbuhan ekonomi AS yang melampaui proyeksi pasar. Keterlambatan rilis data ekonomi AS yang seharusnya dirilis Oktober 2025 juga membuat pelaku pasar mengalihkan fokus ke proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025.

Memasuki akhir tahun, rupiah bergerak di ruang sempit antara tekanan global dan ekspektasi kebijakan domestik. Pasar menunggu arah yang lebih tegas sebelum menentukan langkah berikutnya. (P-Khalied M)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan