Purbaya: Penguatan kebijakan dorong pertumbuhan ekonomi tembus enam persen

Zamir Ambia
Selasa, 5 Mei 2026
Ekonomi NEWS 0 194
2 menit membaca

PRIORITAS, 5/5/26 (Jakarta): Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai, penguatan kebijakan strategis pemerintah dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional ke tingkat yang lebih tinggi pada tahun ini, dengan target mencapai enam persen.


Penilaian tersebut sejalan dengan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 sebesar 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

“Kita lakukan untuk memaksimalkan momentum pertumbuhannya tidak berubah atau lebih baik ke depan. Kita jalankan kebijakan seoptimal mungkin supaya kita bisa tumbuh terus menuju ke arah 6 persen tahun ini,” kata Menkeu Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (5/5/26).

Bendahara Negara menilai, pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I 2026 berlangsung seiring dengan ekspansi berbagai sektor ekonomi secara keseluruhan.


Dari sisi permintaan, pergerakan ekonomi terutama ditopang oleh percepatan belanja pemerintah, meningkatnya konsumsi rumah tangga, serta investasi yang ikut terdorong oleh akselerasi sejumlah proyek Danantara.

Meningkatnya sektor manifaktur

Sementara dari sisi penawaran (supply), pertumbuhan didorong oleh meningkatnya aktivitas di sektor manufaktur, perdagangan, pertanian, konstruksi, serta akomodasi dan makanan-minuman (mamin), baik untuk memenuhi permintaan domestik maupun ekspor, sekaligus menopang pelaksanaan program prioritas pemerintah.

“Menurut saya, 5,61 persen kita maksimalkan. Ini angkanya sama bagusnya dengan manufaktur yang tumbuh 5,04 persen, lebih tinggi daripada triwulan-triwulan sebelumnya. (Sektor) Perdagangan yang berhubungan dengan ritel dan daya beli (juga naik),” imbuh Purbaya.

“Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,52 persen, ini signifikan sekali, sebelumnya 4,9 (persen), sekarang 5,5 (persen), dan kontribusinya ke ekonomi adalah 54,36 (persen). Ini menunjukkan daya beli masyarakat membaik,” ujarnya, dikutip dari Antara.

Dari sektor perumahan, Menkeu mengatakan terdapat pertumbuhan sebesar 3,54 persen. Ia memastikan akan mengakselerasi peningkatan ini menyusul berbagai stimulus yang kini tengah dikaji bersama para pemangku kepentingan terkait seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Nanti kita pikirkan stimulus sektor perumahan agar tumbuh lebih cepat. Saya ketemu Bu Kiki (Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi), yang bilang SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) yang di bawah Rp1 juta sudah dibersihkan, sehingga ada sekian puluh juta orang yang bisa pinjam lagi di sektor perumahan,” kata Purbaya. (P-Zamir)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan