Pasukan Indonesia akan jadi yang pertama ditempatkan di Jalur Gaza

Jeffry Wuisan
Selasa, 10 Februari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 10/2/26 (Jerusalem): Indonesia diperkirakan akan menjadi negara pertama yang mengirimkan pasukan penjaga perdamaian untuk Pasukan Stabilisasi Internasional, di Jalur Gaza selama Fase II gencatan senjata.

Menurut informasi yang diperoleh Beritaprioritas.com hari Selasa (10/2/2026), pasukan Indonesia akan berkontribusi dalam menangani aspek-aspek pemeliharaan perdamaian, saat gencatan senjata antara militan Hamas dan Israel.

Lembaga penyiaran publik Israel, KAN News, pada Senin malam, menyebutkan, beberapa bulan sebelumnya, Indonesia telah disebut-sebut sebagai negara yang akan berkontribusi pada International Stabilization Forces (ISF).

Beberapa negara lain juga sudah menyatakan akan mengirim pasukan perdamaian serupa ke Gaza seperti UEA, Mesir, Italia, Azerbaijan, Pakistan, Qatar, Turki, dan lainnya. Tetapi hingga saat ini, belum ada satu pun negara yang beralih dari janji umum ke kesiapan konkret untuk mengirim pasukan.

Baru Indonesia yang ‘kelihatan’ siap. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat berpidato di PBB sudah menyatakan Indonesia siap mengirim hingga 20.000 tentara sebagai pasukan perdamaian.

Laporan media The Jerusalem Post, bahkan menyebutkan pasukan Indonesia dapat berada di Jalur Gaza dalam beberapa minggu mendatang.

Hal itu terwujud tak lama setelah Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Washington,  untuk menghadiri KTT Perdamaian dan Kemakmuran yang diprakarsai Presiden AS Donald Trump.

ISF adalah pasukan perdamaian mutinasional yang mendapat mandat Perserikatan Bangsa Bangsa (Resolusi 2803) serta disepakati  militan Hamas dan Israel pada Oktober 2025.

 

Dekat Khan Yunis

Baik ISF secara umum, maupun pasukan Indonesia secara khusus, tidak diharapkan untuk mencari konfrontasi langsung dengan Hamas atau secara proaktif melucuti senjata mereka.

Sebaliknya, pasukan Indonesia diharapkan untuk mengawasi garis gencatan senjata saat ini dan mungkin menangani masalah-masalah terkait perbatasan lainnya.

Pasukan Indonesia kemungkinan akan dimobilisasi atau ditempatkan di dekat Khan Yunis, Rafah, di Jalur Gaza selatan.

Dengan berada di wilayah tersebutu, tentara Indonesia diharapkan dapat mengawasi beberapa garis pertahanan di wilayah Khan Yunis dan Rafah di Gaza selatan.

Beberapa minggu mendatang masih memerlukan penyelesaian isu-isu kompleks seperti aturan keterlibatan, jika militan Hamas melakukan kontak dengan cabang ISF di Indonesia.

Ada juga pertanyaan tentang berapa banyak tentara Indonesia yang akan bergabung, dengan harapan setidaknya ribuan orang.

Selain itu, muncul pertanyaan negara mana saja yang akan mengikuti contoh Indonesia, dan kapan.

Terakhir, jika militan Hamas belum memulai proses perlucutan senjata yang serius pada awal Mei atau sekitar tenggat waktu 100 hari dari yang ditentukan Presiden AS Donald Trump, tidak jelas apakah Pasukan Keamanan Internasional itu akan berlanjut.

Yang tak kalah penting juga dipertanyakan apakah Israel mungkin kembali melakukan operasi darat besar-besaran di Jalur Gaza, apabila militan Hamas melakukan pembangkangan. (P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025