Tren penurunan harga Solana di aplikasi Reku. (Beritaprioritas.com/Zamir Ambia)PRIORITAS, 4/11/25 (Jakarta): Solana (SOL) terjun bebas hari Selasa (4/11/25), tercatat turun sekitar enam hingga 10 persen bersamaan dengan anjloknya aset kripto utama lainnya.
Penurunan harga Solana juga memperlihatkan betapa rapuhnya sentimen pasar kripto setelah reli panjang sepanjang Oktober. Investor tampak berhati-hati menghadapi volatilitas tinggi, terutama usai munculnya laporan mengenai pelemahan volume transaksi di jaringan Solana serta meningkatnya aktivitas pengambilan keuntungan oleh trader jangka pendek
Tekanan likuidasi besar-besaran memainkan peran utama. Dalam 24 jam terakhir lebih dari US$1,13 miliar posisi long telah dilikuidasi di seluruh pasar kripto. Solana sebagai salah satu altcoin besar ikut terbawa arus ketika pasar berusaha menghapus posisi dengan leverage tinggi.
Peluncuran produk dana spot ETF untuk Solana di AS menjadi paradoks: meskipun dana tersebut mencatat aliran masuk besar, harga SOL tetap terkoreksi tajam. Laporan menunjukkan produk-terkait Solana memperoleh sekitar US$421 juta pada hari peluncuran.
Investor enggan memasuki pasar
Sentimen pasar kripto secara umum tengah melemah. Indeks “fear & greed” untuk kripto menunjukkan berada di zona takut, sehingga investor enggan memasuki pasar meskipun ada indikasi institusional masih berminat. Kegagalan reaksi positif terhadap berita geopolitik juga memperparah kondisi: misalnya, meskipun terjadi kemajuan kesepakatan AS-Tiongkok, pasar kripto tidak merespons secara signifikan.
Korelasi kuat dengan Bitcoin dan Ethereum memperlihatkan bahwa turunnya dua raksasa tersebut turut menyeret Solana. Bitcoin gagal mempertahankan level sekitar US$110.000 dan ini memunculkan tekanan ke seluruh pasar altcoin.
Beberapa analis menyebut aksi profit-taking sebagai faktor tambahan turunnya Solana. Setelah reli kuat menjelang atau pada peluncuran ETF, sejumlah pelaku pasar memilih mengambil keuntungan dibanding mempertahankan posisi.
Kondisi pasar yang risk-off
Investor institusional nampaknya memisahkan antara permintaan dana ETF dan harga token itu sendiri—aliran modal masuk besar tidak otomatis langsung menyokong lonjakan harga, terutama dalam kondisi pasar yang risk-off.
Dari sudut teknikal dan psikologis kondisi juga kurang mendukung. Penurunan cepat, likuidasi besar, serta sentimen yang rapuh menciptakan efek domino di mana muncul keinginan untuk “keluar dulu” sebelum potensi kerugian lebih lanjut.
Kesimpulan: Penurunan SOL hari ini tidak hanya disebabkan satu faktor tunggal, melainkan kombinasi dari likuidasi besar, sentimen pasar yang melemah, korelasi negatif terhadap aset utama, serta aksi profit-taking meskipun ada aliran dana institusional ke produk Solana. Meskipun demikian, masih terdapat sinyal positif berupa permintaan institusional untuk ETF Solana yang menunjukkan bahwa minat jangka panjang bisa tetap ada. Bagi investor, kondisi ini mengingatkan pentingnya manajemen risiko dan pemahaman bahwa aliran masuk dana institusional tidak serta-merta menjamin kenaikan harga jangka pendek. (P-*r/Zamir Ambia)
No Comments