Eddie Nketia, pelari cepat Australia. (Courtesy: Getty Image via smh.com.au)PRIORITAS, 18/5/26 (Nebraska, AS): Selain si remaja ajaib Gout Gout (18 tahun), Australia kini memiliki pelari cepat lain. Ia adalah Eddie Nketia.
Sang spinter memenangkan nomor lari cepat 100 meter dengan catatan waktu 9,74 detik! Tidak ada pelari Australia yang pernah berlari lebih cepat.
Eddie Nketia yang sebelumnya merupakan warga negara Selandia Baru itu, mencatatkan waktu 9,74 detik dengan bantuan angin untuk lari 100 meter di Kejuaraan Atletik Big Ten di Lincoln, Nebraska, Amerika Serikat (AS).
Tak hanya di nomor 100 meter, ia juga memenangkan nomor 200 meter di ajang bergengsi NCAA tersebut dengan catatan waktu 20,03 detik dalam kondisi angin kencang +7,5m/s.
NCAA atau National Collegiate Athletic Association, adalah asosiasi yang mengatur berbagai program dan kejuaraan olahraga untuk tingkat perguruan tinggi dan universitas, terutama di Amerika Serikat dan Kanada.
Dilansir dari media Australia smh.com.au yang merupakan edisi digital dari surat kabar cetak harian The Sydney Morning Herald, dilaporkan, dalam lomba 100 meter itu Eddie Nketia memang dibantu angin kencang +5,6 meter per detik (+5,6m/s).
Itu hampir tiga kali lipat dari batas angin +2 m/s yang diizinkan agar lari tersebut legal. Tetapi ini adalah kali kedua dalam beberapa minggu ia mencatatkan waktu di bawah 10 detik dengan bantuan angin.
Ia memecahkan rekornya sendiri sebagai pelari Australia tercepat dalam semua kondisi. Bulan lalu ia mencatatkan waktu 9,84 detik dengan angin +2,8 m/s.
Semasa masih menjadi warga negara Selandia Baru ini, Eddie memegang rekor lari cepat junior untuk negaranya. Ayahnya adalah juara lari cepat nasional di Selandia Baru. Eddie sendiri dibesarkan di Canberra, Australia. Keputusannya untuk dapat berkompetisi untuk Australia dikonfirmasi tahun lalu.
“Gila banget, bisa lari 9,74 detik meski (terbantu) dengan angin kencang. Ini menunjukkan saya semakin baik dan bisa melihat kemajuannya, dan musim ini belum berakhir,” kata Nketia setelah larinya pada Senin pagi waktu setempat.
“Saya sangat berharap musim ini, berkat itu, bisa mendapatkan catatan waktu terbaik yang sah dan menunjukkan bahwa saya bisa bersaing. Rekor semua kondisi itu bagus, tapi saya benar-benar menginginkan rekor yang sebenarnya,” ujar Eddie.
“Saya pikir masa depan cerah, ketika saya lulus kuliah, saya berharap dapat berkompetisi di mana-mana, termasuk semoga di Eropa tahun ini,” harapnya.
Eddie Nketia akan mewakili Australia untuk pertama kalinya di Commonwealth Games di Glasgow pada Juli-Agustus mendatang.
Bersama Gout Gout dan Kennedy
Kemunculan Nketia terjadi pada saat yang menggembirakan bagi lari cepat Australia, setelah Gout Gout memenangkan gelar nasional 200m dengan rekor dunia U-20 19,67 detik bulan lalu.
Australia juga punya pelari cepat lainnya, Lachie Kennedy, yang dua kali memecahkan rekor 10 detik untuk nomor 100m di kejuaraan nasional Australia.
Gout Gout sendiri belum lama ini telah berlatih dengan juara Olimpiade, Noah Lyles, di Florida, AS. Kolaborasi kedua terjalin melalui sponsor bersama mereka, Adidas.
Eddie Nketia dan Lachie Kennedy akan unjuk kecepatan bersama pelari-pelari tercepat dari negara-negara persemakmuran lainnya dalam Commonwealth Games di Glasgow, Skotlandia, Juli-Agustus 2026. Sayang, Gout Gout tidak akan berlaga dalam ajang tersebut.
Ia memilih untuk memprioritaskan Kejuaraan Atletik Dunia U-20 di Eugene, Oregon, Amerika Serikat, yang dijadwalkan hanya berselang tiga hari setelah kejuaraan di Glasgow.
Para pelari cepat Australia itu digadang-gadang akan menjadi bintang baru di dunia atletik, khususnya di nomor lari cepat, untuk menumbangkan rekor lari 100 meter putra dunia yang sampai saat ini masih dipegang atlet Jamaika, Usain Bolt.
Catatan waktu 9,58 detik yang dicetak Bolt pada Kejuaraan Dunia Atletik di Berlin pada tanggal 16 Agustus 2009, dianggap sebagai “rekor legendaris” karena sampai saat ini belum terpecahkan. (P-ht)