Produksi rokok (miliar batang). (Sumber: CNBC Indonesia)PRIORITAS, 25/3/2026 (Jakarta): Produksi rokok nasional pada Februari 2026 mencatat lonjakan signifikan dan menjadi yang tertinggi dalam satu dekade terakhir. Data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menunjukkan produksi mencapai 28,3 miliar batang.
Angka tersebut meningkat 4,8 persen dibandingkan Januari 2026 (month to month/mtm) dan melonjak 24,12 persen dibandingkan Februari 2025 (year on year/yoy).
Secara kumulatif, produksi rokok sepanjang Januari hingga Februari 2026 tercatat sebesar 51,1 miliar batang. Jumlah ini naik 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus menjadi capaian tertinggi sejak 2017.
Faktor musiman
Peningkatan produksi ini tidak terlepas dari faktor musiman, terutama pergeseran momentum Ramadan dan Idulfitri. Pada 2026, awal puasa jatuh pada 19 Februari, sementara Hari Raya Idulfitri berlangsung pada 21 Maret.
Kondisi tersebut mendorong produsen rokok meningkatkan produksi lebih awal untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama bulan puasa dan libur Lebaran.
Periode libur panjang
Selain itu, periode libur panjang yang dimulai pertengahan Maret turut memengaruhi strategi distribusi dan stok industri, sehingga produksi dipacu lebih tinggi pada Februari.
Tren ini mencerminkan pola tahunan industri tembakau yang cenderung mengalami peningkatan produksi menjelang hari besar keagamaan, terutama Idulfitri, sebagai salah satu periode dengan konsumsi tertinggi di dalam negeri. (P-*/bwl)