Presiden Trump dan para prajurit AS didoakan para pendeta saat perang dengan Iran

Jeffry Wuisan
Minggu, 8 Maret 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 8/3/26 (Washington): Saat perang dengan Iran masih berkecamuk, para pemimpin dari berbagai denominasi gereja Kristen di Amerika Serikat,  mendoakan Presiden Donald Trump dan para prajurit AS, agar mendapat perlindungan dalam tugas membela negara.

Sebanyak 20 pendeta berkumpul di sekeliling dan menumpangkan tangan ke Presiden Donald Trump di Ruang Oval Gedung Putih sembari berdoa untuk keberhasilan AS dalam perang melawan Iran.

Menurut informasi yang diperoleh Beritaprioritas.com dari The White House, hari Minggu (8/3/26), doa bersama tersebut telah menjadi ritual tahunan.

Kali ini para pemimpin evangelis yang berkumpul di sekitar Presiden Trump itu diorganisir kepala Kantor Keagamaan Gedung Putih dan seorang penginjil televisi, Paula White Cain.

Sejumlah foto yang dirilis kantor Gedung Putih AS menunjukkan 20 orang pendeta berkumpul di sekitar Trump, yang duduk di belakang Meja Resolute.

Kelompok para pendeta dalam lingkaran doa tersebut, termasuk penginjil Paula White Cain, Robert Jeffress dari First Baptist Church of Dallas, Ralph Reed dari Faith and Freedom Coalition dan Gary Bauer dari Family Research Council.

Tom Mullins dari Palm Beach Gardens, Florida, memimpin doa lisan. Mullins adalah pendiri dan pastor dari Christ Fellowship, sebuah gereja multi-lokasi dengan 30.000 jemaat, yang beribadah di 15 kampus di sekitar Florida Selatan.

“Saya berdoa memohon rahmat dan perlindungan-Mu atasnya. Saya berdoa memohon rahmat dan perlindungan-Mu atas pasukan kita dan semua pria dan wanita yang bertugas di angkatan bersenjata kita. Dan Bapa, kami hanya berdoa agar Engkau terus memberikan kekuatan yang dibutuhkan presiden kami untuk memimpin bangsa kita saat kita kembali menjadi satu bangsa di bawah Tuhan”, demikian doa Mullins kepada Tuhan.

Para pemimpin berbagai denominasi gereja Kristen di AS berkumpul di Gedung Putih untuk mendoakan Presiden Donald Trump dan para prajurit AS dalam perang dengan Iran (the white house)

 

Kebebasan bagi rakyat Iran

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Texas dan pemimpin di Gereja Mercy Culture di Fort Worth, Texas, Nate Schatzline, juga termasuk di antara mereka yang hadir, lapor Baptist News.

“Suatu kehormatan untuk mendoakan Presiden @realdonaldtrump di Ruang Oval hari ini ketika para pemimpin agama dari seluruh Amerika berkomitmen memobilisasi Gereja dalam membawa Kebangkitan & Reformasi ke Amerika!. Presiden Trump telah berbuat lebih banyak untuk komunitas agama, untuk kebebasan beragama daripada Presiden mana pun dalam sejarah AS”, tulisnya di X.

Ralph Reed dari Faith and Freedom Coalition menggambarkan sesi doa tersebut sebagai permohonan dukungan Tuhan bagi pasukan AS dalam serangan mereka terhadap Iran.

“Saya berterima kasih kepada Presiden Trump atas keputusan beraninya untuk menyerang rezim teroris di Iran. Saya merasa terhormat untuk berdoa bagi beliau dan angkatan bersenjata kita di Gedung Putih. Semoga Tuhan menganugerahkan kemenangan dan kebebasan bagi rakyat Iran”, ujarnya.

Presiden Konferensi Kepemimpinan Kristen Hispanik Nasional, Samuel Rodriguez, juga hadir.

Ia mengaku mendapat kehormatan bergabung dengan sekelompok pemimpin agama di Ruang Oval, untuk berdoa bersama dan mendoakan presiden Amerika Serikat pada saat yang penuh tanggung jawab bagi AS dan dunia.

Yang membuat momen itu sangat bermakna adalah konteks di mana hal itu terjadi, saat presiden Trump menjabat sebagai panglima tertinggi selama Operasi Epic Fury di Iran, ruang Oval dibuka untuk berdoa.

“Bahkan di tengah konflik global dan tanggung jawab yang sangat besar, kami berhenti sejenak untuk memohon hikmat dan perlindungan Tuhan. Kepemimpinan di tingkat tertinggi membutuhkan kerendahan hati, kebijaksanaan, dan ketergantungan kepada Tuhan”, kata Rodriguez.

Momen seperti ini menjadi pengingat yang kuat,  iman masih memiliki tempat di ruang kepemimpinan tertinggi dan doa tetap menjadi salah satu tindakan paling bermakna. (P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025