Polemik frambusia di Tanjungpinang: Warga bingung, pemerintah tak satu suara

Johanes Christiaan
Jumat, 5 September 2025
DAERAH 0 277
1 menit membaca

PRIORITAS, 5/9/2025 (Tanjungpinang): Pernyataan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Kepri, Muhammad Bisri, yang menyebut Kota Tanjungpinang belum bebas dari penyakit kulit frambusia menuai kebingungan warga.


Pasalnya, pernyataan itu bertolak belakang dengan Kadinkes Kota Tanjungpinang, Rustam, yang menegaskan Tanjungpinang sudah mendapat sertifikat bebas frambusia dari Kementerian Kesehatan RI.

Rustam membantah adanya persoalan koordinasi dengan provinsi. “Frambusia itu justru yang mengusulkan Provinsi. Mungkin beliau lupa,” ujarnya kepada media Jumat (5/9/25).

Klaim berbeda ini menimbulkan keresahan masyarakat. Frambusia diketahui sebagai penyakit menular yang bisa merusak kulit, tulang, hingga menyebabkan cacat permanen, terutama pada anak-anak.


“Kalau benar masih ada, tentu khawatir karena penyakit ini rentan menular,” kata Mori, warga Tanjungpinang. (P-Jeff K)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan