
Tim tuan rumah Piala Dunia 2026, Meksiko, kalahkan Afrika Selatan dalam laga pembuka pada Jumat (12/6/26) dinihari WIB. Pertandingan diwarnai tiga kartu merah, dua untuk Afsel dan satu untuk Meksiko. (Courtesy: mulianetwork.com) PRIORITAS, 12/6/26 (Mexico City): Tim tuan rumah Meksiko membuka Piala Dunia 2026 sekaligus mengawali perjalanan di depan publiknya dengan kemenangan meyakinkan atas Afrika Selatan. Meksiko membabat Afrika Selatan 2-0 dalam pertandingan Grup A di stadion Estadio Azteca, Jumat (12/6/26) dinihari WIB. Pertandingan diwarnai tiga kartu merah.

Seperti disaksikan melalui siaran langsung TVRI dan dilansir dari TVRINews.com, Meksiko mengambil kendali permainan sejak awal pertandingan dengan mengambil inisiatif serangan.
Jurnalis Beritaprioritas.com di Seattle, Washington State, AS, yang merangkum berita ini menguraikan, inisiatif serangan itu segera mengirimkan ancaman nyata. Duel pembuka baru memasuki menit kelima, ujung tombak Meksiko, Raul Jimenez, melepaskan tembakan voli menggeber umpan dari sayap kanan. Namun, kiper Afsel, Ronwen Williams, dapat menepis bola keluar lapangan.
Dua kali perempat finalis yang keduanya saat menjadi tuan rumah (1970 dan 1986), Meksiko memetik buah tekanan konstan di awal laga ini pada menit kesembilan.

Aksi Erik Lira mengawali gol pembuka setelah ia menyergap kelengahan gelandang Afsel, Sphephelo Yaya Sithole, di depan kotak penalti usai menerima operan dari Williams. Julian Quinones menjadi pencetak gol pertama di Piala Dunia 2026 setelah menguasai bola liar dan menembakkannya melewati dua kaki kiper Williams.
Pada menit ke-17, wasit asal Brasil, Wilton Sampaio, mengeluarkan kartu kuning pertama turnamen untuk gelandang Afsel, Teboho Mokoena. Ia melakukan tekel terlambat terhadap gelandang Meksiko, Alvaro Fidalgo.
Momen jeda hidrasi pada menit ke-25 merupakan yang pertama dalam sejarah Piala Dunia.
Tempo laga cenderung menurun setelah turun minum tengah babak tersebut. Afsel mendapatkan peluang melalui Lyle Foster, tapi sundulannya menerima umpan lambung dari tengah masih melebar.
Pada menit ke-42, tuan rumah mendapatkan dua peluang. Sontekan Jimenez masih bisa dikuasai Williams. Beberapa detik kemudian, Quinones hampir mengukir gol keduanya, tapi tembakan mendatar pemain klub Arab Saudi, Al-Qadsiah, ini digagalkan tiang kiri gawang Afsel.
Dua menit berselang, Mbekezile Mbokazi melepaskan tembakan ke gawang pertama bagi Bafana Bafana, tapi masih dapat ditahan kiper El Tri, Raul Rangel.
Tiga kartu merah
Setelah jeda, Meksiko menggebrak lagi. Tekanan segera ini mampu memapar lubang lagi di pertahanan Bafana Bafana – julukan tim Afrika Selatan. Imbasnya terasa buat Afsel saat paruh kedua baru berlangsung empat menit. Yaya Sithole diganjar kartu merah karena menjatuhkan Brian Gutierrez di depan kotak sebagai orang terakhir sebelum kiper.
Meski demikian, Afrika Selatan terbilang mampu tampil lebih dominan. Namun, dampak kalah jumlah pemain akhirnya sulit dielakkan.
Pada menit ke-67, Raul Jimenez berhasil menggandakan keunggulan Meksiko. Di tiang jauh, striker Fulham itu menyundul masuk umpan Roberto Alvarado dari sayap kanan. Perayaan gol berlanjut dengan jeda hidrasi kedua.
Di bagian akhir duel, Afsel besutan Hugo Broos semakin sulit mengejar keunggulan Meksiko. Tuan rumah Piala Dunia 2010 itu kembali melihat pemainnya diusir wasit Sampaio.
Melalui tinjauan VAR, pemain pengganti, Themba Zwane, dinilai telah melayangkan tangannya ke wajah Roberto Alvarado. Kartu merah kedua itu datang pada menit ke-84.
Meskipun sudah unggul skor dan jumlah pemain, pertahanan Meksiko mendapatkan hukuman karena kelengahan. Gasakan terlambat Cesar Montes di depan kotak penalti membuat sang bek Meksiko juga menerima kartu merah di menit kedua injury time.
Keunggulan dua gol Meksiko tidak berubah sampai pertandingan selesai. (P-*/ht)

