Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat triwulan II 2026 lampaui capaian nasional

Herling Tumbel
Jumat, 7 Agustus 2026
DAERAH Ekonomi 0 287
2 menit membaca

PRIORITAS, 7/8/26 (Bandung): Kepala Biro Pusat Statistik (BPS)  Provinsi Jawa Barat (Jabar), Margaretha Ari Anggorowati, mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan II 2026 melalmpaui capaian pertumbuhan ekonomi nasional.


Disampaikan, pertumbuhan ekonomi Jabar pada periode tersebut mencapai 5,73 persen secara tahunan (year on year/yoy), sementara capaian pertumbuhan ekonomi nasional berada di angka 5,29 persen. Hal itu, katanya, terjadi karena penguatan aktivitas domestik.

Margaretha Ari Anggorowati mengatakan hal itu di Bandung, Jumat (7/8/26). Ia menjelaskan, akselerasi performa ekonomi daerah, yang membukukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku senilai Rp833,95 triliun dan atas dasar harga konstan Rp486,11 triliun tersebut, dipicu oleh lonjakan fantastis konsumsi pemerintah yang meroket hingga 40,24 persen secara tahunan dari sisi pengeluaran.

Diungkapkannya, lompatan laju pertumbuhan ekonomi tersebut, menunjukkan penguatan aktivitas domestik yang solid dibanding periode triwulan II 2025 yang tumbuh 5,22 persen.


“Pertumbuhan ini merupakan akselerasi dibandingkan triwulan II 2025 yang sebesar 5,22 persen. Hal ini menunjukkan adanya penguatan aktivitas ekonomi dan arah pembangunan yang semakin solid,” kata Margaretha Ari, sebagaimana dilansir dari Antara.

Sektor industri penopang utama

Ia menambahkan, dari sisi lapangan usaha, sektor industri pengolahan masih menjadi penopang utama perekonomian Jawa Barat dengan kontribusi 39,71 persen terhadap PDRB triwulan II 2026. Sektor tersebut juga menjadi penyumbang sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,96 persen.

Kendati demikian, dari segi laju pertumbuhan, sektor administrasi pemerintahan melesat paling tinggi hingga 18,28 persen.

Lebih lanjut Kepala BPS Jawa Barat itu mengatakan, dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga memegang porsi terbesar struktur PDRB sebesar 65,07 persen dengan sumbangan pertumbuhan 3,03 persen, disusul Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 24,51 persen.

Disebutkan, capaian pertumbuhan 5,73 persen itu menempatkan Jawa Barat di posisi kedua tertinggi se-Pulau Jawa di bawah Daerah Istimewa Yogyakarta (5,75 persen). Itu sekaligus menyumbang kontribusi terbesar ketiga terhadap perekonomian nasional yakni sebesar 12,86 persen di bawah DKI Jakarta dan Jawa Timur.

“Melalui rilis ini, BPS berharap data statistik yang dipublikasikan dapat menjadi dasar bagi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat dalam menyusun kebijakan maupun mengambil keputusan berbasis data,” tutur Kepala BPS Jawa Barat, Margateha Ari Anggorowati. (P/Ant/ht)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan