Pemerintah fasilitasi evakuasi bertahap 32 WNI dari Iran

Johanes Christiaan
Rabu, 11 Maret 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 11/3/2026 (Jakarta): Langkah cepat diambil pemerintah Indonesia untuk memastikan keselamatan warganya di tengah memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah. Melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, pemerintah memfasilitasi evakuasi bertahap 32 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut.

Proses evakuasi dilakukan secara bertahap melalui jalur transit di Baku, dengan gelombang pertama sebanyak 22 WNI telah tiba dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sementara sisanya dijadwalkan pulang dalam kloter berikutnya. Pemerintah menegaskan bahwa perlindungan dan keselamatan WNI menjadi prioritas utama di tengah situasi keamanan yang terus berkembang di kawasan tersebut.

Sebanyak 22 WNI yang tergabung dalam kloter pertama yang tiba di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 18.00 WIB tersebut, disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono.

“Kami mengucapkan selamat datang kembali ke Indonesia dan selamat berkumpul bersama keluarga,” ujar Sugiono saat menyambut para WNI tersebut.

Sementara itu, kloter kedua yang terdiri dari 10 WNI dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (11/3/2026). Setelah tiba di Tanah Air, para WNI akan difasilitasi oleh pemerintah daerah untuk melanjutkan perjalanan ke daerah asal masing-masing.

Menlu menegaskan bahwa di tengah perkembangan situasi keamanan di Iran dan kawasan sekitarnya, prioritas pemerintah adalah memastikan keselamatan seluruh WNI yang berada di wilayah terdampak konflik.

Ia menjelaskan bahwa sejak konflik meningkat, Kementerian Luar Negeri bersama perwakilan RI di Timur Tengah terus melakukan koordinasi untuk memantau situasi, mendata WNI, serta menyiapkan langkah-langkah kontinjensi.

Berdasarkan data Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tehran, terdapat sekitar 329 WNI yang tercatat berada di Iran. Sebagian besar merupakan pelajar dan mahasiswa yang banyak berada di Kota Qom, sementara lainnya terdiri dari pekerja migran dan ekspatriat.

Pemerintah melalui KBRI Tehran juga terus melakukan komunikasi intensif guna memastikan kondisi para WNI serta menyiapkan berbagai bentuk bantuan yang diperlukan di tengah situasi yang berkembang. (P-*/bwl)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025