Pendukung dan penyuplai dana teroris Hamas di Italia, Mohamed Hannun (kanan) yang baru ditangkap, dikenal dekat dengan Aktivis Greta Thunberg (kiri). (@middleeast_24)PRIORITAS, 29/12/25 (Roma): Masyarakat Italia heboh. Aparat hukum gabungan Italia menangkap presiden Asosiasi Palestina, Mohammed Hannon (64 tahun), pendukung dan penyuplai besar dana teroris Hamas, yang mengelola organisasi berkedok badan amal selama bertahun-tahun di negara itu.
Selama ini Mohammad Hannon mendapat dukungan dari kelompok kiri Italia, sehingga ia bebas bergerak bahkan memimpin demonstrasi besar-besaran di Italia, dengan mengobarkan kebencian terhadap Israel.
Selama setahun terakhir, seiring meningkatnya protes pro-Palestina di Italia, Hannon menjadi figur yang sangat populer di kalangan aktivis, sering berpose untuk foto dengan tokoh-tokoh terkenal.
Mulai dari aktivis iklim anti-Israel Greta Thunberg hingga Francesca Albanese, tokoh terkemuka sayap kiri anti-Israel Italia dan sekarang pelapor khusus PBB untuk wilayah Palestina dikenal dekat dengan Hannon.
Hannon dalam setahun terakhir menjadi bintang di kalangan sayap kiri radikal. Politisi sayap kiri bahkan mengundang Hannon ke parlemen, difoto bersama anggota parlemen senior Partai Demokrat Laura Boldrini, dan diberi platform publik yang menonjol.
Menurut informasi yang diperoleh Beritaprioritas.com hari Senin (29/12/25). dinas intelijen Italia sudah mengawasinya selama 20 tahun dan ternyata dia menjalankan jaringan penggalangan dana untuk organisasi teroris Hamas.
Skandal ini terungkap pada akhir pekan lalu, ketika tujuh tersangka ditangkap dalam penggerebekan pasukan keamanan Italia di wilayah Genoa.
Operasi tersebut menargetkan anggota teroris Hamas dan individu yang diidentifikasi dengan kelompok tersebut. Para penyelidik menetapkan selama bertahun-tahun, mereka berhasil mengumpulkan dana untuk organisasi teroris Hamas dengan kedok menggunakan badan amal pro-Palestina yang beroperasi di Italia.

Polisi Italia melakukan penangkapan terhadap aktivis pendukung dana teroris Hamas, Mohamad Hannun, di kediamannya.(@mamboitaliano)
7 juta euro ditransfer
Media Ynetnews melaporkan, setidaknya sudah 7 juta euro ditransfer ke teroris Hamas di Palestina.
Menurut para penyelidik, jumlah tersebut termasuk sekitar 1 juta euro, yang disumbangkan masyarakat Italia selama beberapa tahun terakhir, termasuk sebelum serangan teror ke Israel 7 Oktober 2023 lalu.
Banyak warga Italia yakin uang tersebut akan digunakan untuk bantuan kemanusiaan bagi warga sipil Jalur Gaza.
Tetapi pada praktiknya, dana tersebut disalurkan melalui jaringan kompleks perusahaan fiktif dan perusahaan cangkang langsung ke teroris Hamas.
Tersangka utama, Mohammed Hannon diketahui seorang aktivis kelahiran Yordania, yang berimigrasi ke Italia pada tahun 1983.
Selama bertahun-tahun menjadi salah satu tokoh paling terkemuka dalam gerakan pro-Palestina di negara itu. Hannon dikenal karena berulang kali memuji perlawanan Palestina.
Dalam dua tahun terakhir, sejak pembantaian 7 Oktober, ia menjabat sebagai presiden Asosiasi Palestina di Italia dan mengorganisir serta memimpin protes besar-besaran untuk mendukung Palestina dan menentang Israel.
Demonstrasi tersebut semakin meluas hingga Italia menjadi salah satu negara dengan permusuhan publik terkuat terhadap Israel, disertai dengan peningkatan insiden anti-Semit di universitas, di jalanan, dan di kalangan budaya.

Italia menangkap aktivis Hamas Mohammed Hannon dan Laura Boldrini (ynetnews- X )
Pandai bersilat lidah
Ia pandai bersilat lidah di depan publik meskipun jelas ia salahsatu pendukung utama teroris Hamas.
“Saya bukan anggota Hamas dan tidak pernah menjadi anggotanya, tetapi saya memberi hormat kepada setiap orang yang berjuang untuk Palestina dan mendukung mereka, dan karena itu saya bersimpati kepada Hamas”, katanya satu waktu.
Rekaman penyadapan telepon dari periode Intifada Kedua mengungkapkan ia berulang kali merayakan serangan bom bunuh diri Hamas terhadap warga sipil di Israel, termasuk serangan yang menewaskan banyak anak-anak Israel.
Dakwaan tersebut mengutip banyak contoh Hannon yang merayakan teror Hamas, seringkali bersama teman-temannya dan saudara laki-lakinya, Ahmad.
Salah satu contohnya adalah serangan bom bunuh diri pada 19 Agustus 2003 di bus nomor 2 Yerusalem, yang menewaskan 23 orang, termasuk tujuh anak-anak.
Setelah serangan itu, Hannon terekam merayakan “dengan gila-gilaan” setelah mendengar 23 warga sipil telah tewas. “Bagi Zionis yang dibenci, luka kali ini bahkan lebih besar karena banyak korbannya adalah anak-anak”, ujarnya.
Rincian yang kini terungkap tentang aktivitasnya telah mengejutkan banyak orang di Italia dan mengungkap betapa ekstremnya pandangannya dibandingkan dengan citra moderat yang ingin ia tampilkan.
Tokoh Hamas di luar negeri
Media Italia melaporkan bahwa intelijen dan polisi telah memantau Hannon selama bertahun-tahun dan menyusun berkas investigasi yang ekstensif, menimbulkan pertanyaan mengapa ia tidak ditangkap lebih awal.
Menurut laporan, termasuk di Corriere della Sera, Hannon pertama kali masuk dalam radar intelijen domestik Italia lebih dari 20 tahun yang lalu.
Meskipun telah dilakukan penyelidikan ekstensif, pihak berwenang saat itu belum mampu menemukan dasar untuk penangkapan dan dakwaan terhadap Hannon.
Di balik layar, Hannon diduga terus menggalang dana untuk terorisme, sementara kasus terhadapnya diam-diam semakin berkembang.

Mohamed Hannun (kiri) berpose bersama keluarga dan rekannya.(@hamasastrocities)
Para penyidik mengatakan berkas tersebut merinci berbagai metode, yang membuktikan Hannon bukan hanya pendukung teroris Hamas, tetapi juga tokoh senior Hamas luar negeri.
Ia ternyata mempunyai jaringan luas bersama para agen di Italia dan negara-negara lain. Mereka membangun aparat penggalangan dana utama untuk sayap militer Hamas.
Foto-foto yang dirilis pada hari Minggu menunjukkan dirinya bersama Ismail Haniyeh, pemimpin teroris Hamas yang dibunuh Israel satu setengah tahun lalu di Teheran, Iran.
Dalam beberapa bulan terakhir, tekanan terhadap Hannon semakin meningkat.
Laporan investigasi, termasuk di surat kabar Il Tempo, mengungkap hubungannya dengan teroris Hamas dan perjuangan bersenjata melawan Israel, serta hubungannya yang semakin erat dengan politisi sayap kiri Italia.
Tahun lalu, pihak berwenang melarangnya masuk Milan, setelah ia dikutip membenarkan program yang dilakukan penyerang Muslim terhadap penggemar Maccabi Tel Aviv di Amsterdam.
Pada bulan Oktober, selama demonstrasi pro-Palestina besar-besaran, Hannon mendukung tindakan teroris Hamas mengeksekusi lawan-lawannya di Gaza dan mengatakan “para kolaborator harus dibunuh.”
Hendak melarikan diri
Menurut media Corriere della Sera, pada hari penangkapannya, Hannon diduga sudah berencana melarikan diri dari Italia ke Turki, tempat imam kontroversial Turin memiliki dua apartemen.
Imam tersebut dilaporkan bermaksud membantu Hannon dan keluarganya melarikan diri begitu mereka menyadari para penyelidik hukum Italia semakin mendekat.
Penggerebekan akhir pekan itu datang tepat waktu, mengungkap gudang-gudang besar di dekat Genoa yang dipenuhi karung-karung uang kertas yang ditujukan untuk teroris Hamas.

Uang yang disita dari gudang pendukung teroris Hamas, Mohamed Hannon di Italia selama penggerebekan (ynetnews-situs web roma)
Para penyidik juga mengungkapkan pada hari Minggu, dalam beberapa bulan terakhir Hannon mempercepat transfer dana.
Ia mendesak rekan-rekannya untuk melakukan segala cara, agar uang yang banyak itu keluar secepat mungkin dari Italia.
Pihak berwenang Italia memutuskan untuk bertindak mencegahnya menghalangi penyelidikan maupun untuk menghentikan rencana pelariannya ke Turki.
Bersama Hannon, beberapa anggota dan agen teroris Hamas lainnya ditangkap di seluruh Italia. Sementara tersangka lainnya masih buron dengan surat perintah penangkapan.
Penggerebekan berlanjut pada hari Minggu di 17 lokasi, di mana para penyelidik menemukan bendera teroris Hamas dan lebih banyak karung berisi uang tunai, termasuk 1 juta euro dalam dana siap kirim, di samping 7 juta euro yang telah ditemukan sebelumnya.
Penangkapan Hannon memicu kegemparan politik besar di Italia. Setelah Perdana Menteri Giorgia Meloni menyambut baik penangkapan tersebut, anggota partai Brothers of Italy dan partai-partai kanan tengah lainnya menyerang kelompok kiri.
Mereka mengejek hubungan lama dengan Hannon. Sedangkan yang lain menuduh kelompok kiri pro-Palestina membuktikan “selalu berada di pihak yang salah.”
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan negaranya telah membantu pihak berwenang Italia dengan informasi intelijen dan bukti, sehingga Hannon dan enam anggota Hamas lainnya ditagkap.
Menurut Katz, materi tersebut diberikan gugus tugas gabungan yang meliputi Biro Nasional Pendanaan Kontra-Terorisme Kementerian Pertahanan, divisi intelijen Kepolisian Israel, Intelijen Militer IDF, dan Shin Bet.(P-Jeffry W)