Ibukota Nusantara di wilayah Kalimantan Timur. Dikabarkan akan menjadi ‘Kota Hantu’ Menkeu bilang pembangunan IKN terus berjalan. (Courtesy: The Guardian)PRIORITAS, 4/11/25 (Jakarta): Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudi Sadewa menegaskan, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) akan terus berjalan dan tidak akan menjadi kota hantu seperti diberitakan media asing. Hal itu disampaikan Purbaya setelah Rapat Kerja bersama Komite IV DPD RI di Jakarta, Senin (3/11/25).
Pernyataan tersebut masih menjadi perbincangan hangat masyarakat yang dipantau di media hingga Selasa (4/11/25) malam. Sebelumnya, sebuah media asing The Guardian yang bermarkas di London, Inggris, pada Rabu (29/10/25) menurunkan artikel berjudul, “Indonesia’s new capital, Nusantara, in danger of becoming a ‘ghost city’” (Ibu kota baru Indonesia, Nusantara, terancam menjadi ‘kota hantu’).
Berita tersebut lalu dikomentari berbagai pihak. Salah satunya mengaitkannya dengan penurunan anggaran konstruksi di IKN pada awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ketika dikonfirmasi wartawan di Kompleks Parlemen Senayan usai rapat dengan DPD, Purbaya meminta untuk tidak takut soal potensi itu. Ia juga minta agar tak mendengar prediksi dari orang luar, karena sering salah.
Dihimpun dari berbagai sumber, Menkeu memastikan soal anggaran IKN akan tergantung dengan kebijakan dari pemerintah dan kondisi ekonomi ke depan. Tetapi, ia percaya bahwa tidak mungkin IKN akan menjadi Kota Hantu.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Ist.)
“Saya enggak tahu kan tergantung nanti rencananya pemerintah ke depan seperti apa. Kalau saya sih enggak akan jadi kota hantu. Kalau ekonominya udah bagus, uang saya (di Kementerian Keuangan) akan banyak nanti. Jadi anda enggak usah takut,” tegasnya.
Lebih lanjut, Purbaya juga memastikan bahwa hingga saat ini pembangunan di IKN belum berhenti dan tetap berjalan seperti biasa. Bahkan, belum lama ini pemerintah telah menyetujui investasi dari perusahaan properti swasta untuk membangun rumah di sana.
“Yang jelas, yang udah kita setujuin adalah perusahaan swasta yang bangun rumah di sana. Harusnya udah mulai jalan tuh pembangunan rumahnya. Nanti baru kalau perlu tahun-tahun berikutnya ada dana pemerintah kita keluarkan lagi,” ujarnya, dikutip dari Jawapos.
Namun ia mengakui, percepatan pembangunan dan pendanaan dari pemerintah tidak sejor-joran dahulu. Terkait itu, ia memastikan akan terus mengikuti perintah dari Presiden Prabowo Subianto.
Kota hantu

Foto udara yang diambil pada tanggal 15 Agustus 2025 ini menunjukkan Istana Presiden dan Gedung Kementerian Pemerintah yang sedang dibangun di Ibu Kota Nusantara (IKN). (Courtesy: AFP/Getty Image via The Guardian)
Sebelumnya, The Guardian memberitakan bahwa tiga tahun sejak mantan presiden Joko Widodo meluncurkan ibu kota baru yang ambisius untuk menggantikan Jakarta yang tercemar, padat dan berpotensi tenggelam. Beberapa orang khawatir ibu kota di Kalimantan itu dalam bahaya dan berpotensi menjadi kota hantu yang diagungkan.
Diberitakan, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menjabat Oktober (2024) lalu, pendanaan negara untuk proyek ibu kota baru telah anjlok lebih dari separuhnya.
Prabowo, yang belum berkunjung ke IKN sebagai presiden juga diam-diam menurunkan status Nusantara menjadi “ibu kota politik” pada bulan Mei, meskipun keputusan tersebut baru diumumkan ke publik pada bulan September.
Pada tahun 2024, kepala dan wakil kepala badan yang mengawasi ibu kota mengundurkan diri. Sekitar 2.000 pegawai negeri sipil dan 8.000 pekerja konstruksi saat ini tinggal di Nusantara, jauh dari target 1,2 juta pada tahun 2030.
Dilaporkan, blok apartemen, gedung kementerian, rumah sakit, jalan raya, sistem air dan bandara telah dibangun, tetapi sebagian besar kota masih dalam tahap pembangunan. (P-*/ht)
No Comments