Ketua Ikatan Pilot Indonesia, Captain Muammar Reza Nugraha tegaskan, tragedi tersebut tidak hanya menjadi kesedihan bagi keluarga korban, tetapi juga meninggalkan duka mendalam bagi seluruh insan penerbangan di Indonesia.
“Ikatan Pilot Indonesia menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas gugurnya rekan sejawat kami, Captain Egon Erawan dan Captain Baskoro Adi Anggoro. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ucapnya, Kamis (12/2/26), dikutip dari Beritasatu.com.
Langgar hukum penerbangan dan Chicago Convention
Ikatan Pilot Indonesia (IPI) mengecam tegas aksi tidak manusiawi tersebut. IPI menilai serangan itu sebagai pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, terutama yang berkaitan dengan aspek keamanan penerbangan, sekaligus bertentangan dengan ketentuan internasional seperti ICAO Annex 17 dan Chicago Convention 1944.
“Tindakan tersebut tidak hanya mencoreng dunia penerbangan nasional, tetapi juga mendapat perhatian internasional,” ucap Captain Muammar.
IPI menegaskan, transportasi udara memiliki peran krusial dalam menghubungkan berbagai daerah di Indonesia, termasuk wilayah terpencil yang sangat bergantung pada distribusi logistik melalui jalur udara. Oleh sebab itu, profesi pilot dan fasilitas bandara dikategorikan sebagai objek vital nasional yang harus mendapatkan perlindungan sesuai Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004.
Perkuat keamanan penerbangan
Dalam keterangan resminya, IPI kembali mendesak pemerintah agar mengambil langkah nyata untuk memperkuat sistem keamanan penerbangan, khususnya di kawasan yang rawan konflik dan memiliki tingkat risiko tinggi.
IPI juga menyoroti, pihaknya telah melakukan sejumlah kajian, termasuk penyelenggaraan seminar keamanan penerbangan di Jayapura pada 2022 yang melahirkan berbagai rekomendasi peningkatan pengamanan di Papua. Namun, realisasi atas rekomendasi tersebut dinilai masih belum berjalan secara maksimal.
“Kami memohon perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto untuk segera bertindak dan memastikan keamanan penerbangan di wilayah-wilayah berisiko tinggi,” kata Captain Muammar.
IPI juga mendesak Komite Nasional Keamanan Penerbangan untuk segera mengambil langkah antisipatif, termasuk mempertimbangkan penghentian sementara operasional bandara dengan tingkat risiko tinggi hingga situasi benar-benar dinyatakan aman.
Tingkatkan kewaspadaan
Selain itu, IPI mengimbau seluruh pilot, terutama yang bertugas di daerah rawan, agar meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat solidaritas antar sesama awak penerbangan.
“Kami menyatakan solidaritas penuh terhadap rekan-rekan pilot di Papua. Semoga tragedi ini menjadi yang terakhir dalam sejarah penerbangan Indonesia,” tutur Captain Muammar.
IPI mengajak seluruh pihak untuk tidak saling menyalahkan, tetapi bergandengan tangan menjaga keamanan penerbangan dan mewujudkan perdamaian di seluruh wilayah Indonesia. (P-Zamir)


