Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026 dirancang dengan pendekatan link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri. Program ini difokuskan pada peningkatan keterampilan praktis agar lulusan memiliki kesiapan memasuki pasar kerja.
Pelaksanaan PVN Batch I Tahun 2026 menjangkau 10.405 peserta yang tersebar di 21 Balai Latihan Kerja (BLK), 13 satuan pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, serta 46 BLK UPTD di berbagai daerah.
Di BBPVP Bandung, program ini diikuti oleh 512 peserta dengan berbagai bidang pelatihan yang disesuaikan kebutuhan industri, antara lain pengoperasian forklift, barista, pembuatan roti dan pastry, serta desain tiga dimensi berbasis computer-aided design (CAD). Selain itu, peserta juga mengikuti pelatihan berbasis proyek pada sistem integrasi bangunan cerdas (smart building).
Seluruh pelatihan didukung fasilitas, sarana prasarana, serta instruktur yang disiapkan untuk menunjang proses pembelajaran berbasis praktik. Peserta memperoleh sejumlah fasilitas, termasuk pelatihan tanpa biaya, makan siang, bantuan transportasi, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, serta sertifikat pelatihan dan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Pada skema tertentu, tersedia pula fasilitas asrama.
Pada Tahun Anggaran 2026, pemerintah menargetkan 70.000 peserta mengikuti program pelatihan vokasi yang dibiayai melalui APBN, dengan prioritas bagi lulusan SMA/SMK sederajat.
Pelatihan vokasi diarahkan untuk memperkuat keterampilan teknis dan nonteknis, meningkatkan daya saing lulusan, serta mendukung upaya penurunan tingkat pengangguran, khususnya di kalangan lulusan baru. (P-*r/Humas Kemnaker/Gio R).