Vinicius Junior beri dukungan Lamine Yamal soal dugaan rasisme

Wolter Rumapar
Selasa, 7 April 2026
BOLA 0 274
2 menit membaca

PRIORITAS, 7/4/26 (Madrid): Vinicius Junior tidak membedakan klub pesaing atau musuh bebuyutan Real Madrid di Liga Spanyol. Namun, bila menyangkut masalah rasisme, penyerang Los Blancos itu memberikan dukungan terbuka kepada bintang muda Barcelona, Lamine Yamal.


Seperti diketahui Yamal berani bersuara soal dikriminasi, termasuk nyanyian anti-Muslim dalam laga internasional. Yamal, yang beragama Islam, menyebut nyanyian tersebut sebagai tindakan tidak sopan dan tidak bisa ditoleransi.
“Semoga kita bisa terus melanjutkan perjuangan ini. Sangat penting bagi Lamine untuk berbicara karena itu bisa membantu orang lain,” kata Vinicius, dikutip dari ESPN, Selasa (7/4/26).

Vinicius menegaskan pentingnya solidaritas antar-pemain untuk melawan rasisme yang masih marak di sepak bola. Dukungan ini muncul setelah Yamal mengkritik perilaku suporter Spanyol dalam laga persahabatan melawan Mesir. Dia mengakui bahwa membahas diskriminasi bukan hal mudah, tetapi sebagai figur publik, pemain memiliki tanggung jawab lebih besar.

Punya ketenaran untuk bersuara


“Kami punya ketenaran dan kekuatan untuk bersuara. Tapi banyak orang lain, terutama yang miskin dan berkulit hitam, menderita lebih besar. Karena itu kita harus bersatu,” ujarnya. Isu rasisme sendiri bukan hal baru bagi Vinicius. Dalam laga Liga Champions di Lisbon, ia sempat menuding pemain Benfica, Gianluca Prestianni, melakukan penghinaan bernuansa rasis.

Meski begitu, ia menekankan bahwa rasisme bukan masalah satu negara tertentu. “Saya tidak mengatakan Spanyol, Jerman, atau Portugal adalah negara rasis. Tapi orang rasis ada di mana-mana, termasuk di Brasil. Yang penting kita terus melawan bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Yamal kembali menjadi sorotan setelah diduga menerima perlakuan rasis dalam laga Atletico Madrid vs Barcelona, Minggu (5/4/26). Dalam pertandingan yang dimenangkan Barcelona 2-1, ia menjadi sasaran ujaran kasar dari tribun suporter tuan rumah.

Dalam video yang beredar, Yamal terdengar dihina saat mengambil tendangan sudut, termasuk teriakan bernada rasis yang menyuruhnya “kembali ke Maroko”. Sebelumnya, Yamal juga mengecam nyanyian anti-Muslim dalam laga melawan Mesir.

“Tidak sopan dan tidak bisa ditoleransi,” ujarnya, seraya menilai penggunaan agama sebagai bahan hinaan sebagai tindakan “bodoh dan rasis.” Dilansir Mediaindonesia.com, kasus ini menambah panjang daftar insiden rasisme di sepak bola Spanyol, yang juga pernah menimpa sejumlah pemain top seperti Kylian Mbappe dan Vinicius sendiri. (P-wr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan