Mujizat, ibu dan bayi selamat dari bangunan lima lantai yang ambruk dalam gempa Kolombia

Jeffry Wuisan
Selasa, 11 Agustus 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 11/8/26 (Bogota): Tim penyelamat gempa bumi Kolombia menyebut mujizat, karena seorang ibu dan bayi berusia 6 bulan secara ajaib masih hidup di bawah bangunan lima lantai yang ambruk.


Ibu dan bayi itu diselamatkan hidup-hidup dari bangunan roboh di Cali setelah gempa bumi dahsyat M 7,4 melanda Kolombia.

Mereka berdua sempat terjebak berjam-jam di bawah puing-puing beton bangunan.

Bangunan tempat ibu dan bayi itu tinggal runtuh saat gempa bumi terjadi pukul 7:34 pagi hari Senin, dengan pusat gempa berada di San Jose del Palmar, di departemen Choco.


Tim tanggap darurat tiba di area Ciudad Capri sekitar pukul 09.30 pagi.

Selama pencarian, mereka mulai mendengar suara-suara yang berasal dari bawah bangunan yang roboh.

Sinyal tersebut mengonfirmasi mungkin masih ada orang yang selamat dan membuat tim penyelamat memusatkan upaya mereka di lokasi tersebut.

Tim akhirnya mendengar suara minta tolong dari seorang perempuan.

Tim penyelamat akhirnya menemukan suara itu ternyata dari seorang ibu yang mendekap erat bayinya.

Keduanya sulit dijangkau karena berada di bawah bangunan yang runtuh, sehingga tim darurat harus bekerja selama berjam-jam untuk membuka jalan melalui beton dan puing-puing yang berjatuhan.

“Operasi tersebut membutuhkan pergerakan yang lambat untuk mencegah pergerakan struktur lebih lanjut yang dapat menyebabkan keruntuhan kedua”, kata seorang tim penyelamat seperti dirilis Colombiana One.

Salah satu petugas penyelamat bahkan memperingatkan tentang bahaya yang ditimbulkan dinding yang tidak stabil sebelum melanjutkan operasi.

Gambar dari operasi penyelamatan menunjukkan para penyelamat bekerja ekstra hati-hati di antara reruntuhan, hingga mereka berhasil menemukan ibu dan bayinya.

Usaha mereka tidak sia-sia, hingga akhirnya berhasil mengeluarkan mereka hidup-hidup.

Mereka pertama kali berhasil menjangkau bayi tersebut dan kemudian membebaskan ibunya.

Keduanya diserahkan kepada tim medis untuk menerima perawatan setelah beberapa jam terjebak.

Momen penyelamatan itu menjadi salah satu gambaran paling penuh harapan dari tragedi tersebut.

Kasus ibu dan bayinya disambut baik mereka yang ikut serta dalam upaya penyelamatan sebagai pesan harapan.

Emosi haru dan bangga

Para tim yang berhasil menyelamatkan orang, berbicara tentang campuran emosi haru dan bangga dalam menjalankan tugas.
Apalagi mereka harus berlomba melawan waktu yang sangat penting untuk keberhasilan atau kegagalan operasi menyelamatkan korban

Di Cali, tim darurat dan sejumlah besar sukarelawan terus bekerja selama berjam-jam di berbagai lokasi di seluruh kota untuk menemukan orang-orang yang terjebak.

Di Rumah Sakit Universitario del Valle, tujuh orang berhasil diselamatkan hidup-hidup setelah terjebak akibat sebagian runtuhnya struktur bangunan.

Operasi tersebut dilakukan dengan menghindari penggunaan alat-alat yang dapat menyebabkan kerusakan struktural lebih lanjut.

Tim memfokuskan pekerjaan pada area di mana kemungkinan korban telah terdeteksi.

Selama jam-jam pertama keadaan darurat, penyelamatan lain juga dilaporkan.

Sebuah tim pemadam kebakaran mengatakan telah menarik dua wanita dewasa dan dua anak-anak hidup-hidup dari bangunan yang runtuh.

Sekelompok sukarelawan mengatakan mereka telah membantu tujuh orang lainnya melarikan diri dari bangunan yang runtuh.

Berdasarkan informasi yang tersedia hingga Selasa, setidaknya 86 orang telah diselamatkan hidup-hidup dalam operasi yang dilakukan setelah gempa bumi

Angka tersebut terus berubah karena badan-badan darurat mengkonsolidasikan laporan dari berbagai daerah yang terdampak.

Gempa bumi tersebut meninggalkan pemandangan yang menghancurkan di Kolombia bagian barat, dengan lebih dari 200 orang tewas, ratusan luka-luka, dan banyak orang masih hilang.

Di Cali —sejauh ini kota yang paling parah terkena gempa —tim penyelamat terus bekerja di antara bangunan-bangunan yang sebagian hancur.

Mereka menggunakan mesin khusus, anjing pelacak, dan di beberapa lokasi, alat-alat manual untuk mengurangi risiko memicu terjadi keruntuhan bangunan lebih lanjut.(P-*/jw)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan