Lansia dianjurkan batasi konsumsi daging dan perbanyak makan ikan

Armin Mandika
Minggu, 11 Januari 2026
LIFESTYLE 0 547
2 menit membaca

PRIORITAS, 11/1/26 (Jakarta): Lansia boleh makan daging, asalkan caranya tepat. Bukan asal dagingnya saja, tapi jenis, porsi, dan cara mengolahnya.

Dikutip dari Geriatric.co.id lansia lebih dianjurkan mengonsumsi ikan karena paling aman dan mudah dicerna. Selain itu, ayam tanpa kulit dan daging sapi bagian tanpa lemak, seperti has luar atau sengkel bersih, juga baik. Batasi konsumsi daging berlemak tebal, jeroan, dan daging olahan seperti sosis, nugget, atau kornet.

Hanya saja sebaiknya daging tersebut tidak digoreng, dibakar, atau dimasak dengan santan kental. Cara yang dianjurkan adalah direbus, dikukus, atau ditumis ringan.

Caranya potong daging kecil-kecil, atau masak sampai sangat empuk, atau bisa juga disuwir atau dicincang. Hal ini penting untuk mencegah tersedak dan nyeri gigi.

Untuk porsi yang dianjurkan adalah sekitar 50–75 gram sekali makan, sebanyak 2–3 kali seminggu. Konsumsi daging bisa diselingi dengan ikan, tahu, atau tempe. Porsi ini cukup untuk menjaga otot dan daya tahan tubuh. Perlu diperhatikan agar tidak terlalu banyak mengonsumsi daging jika memiliki riwayat kolesterol tinggi, asam urat, atau masalah ginjal berat.

Ketika makan daging harus selalu ada sayur. Minum air yang cukup juga penting agar tidak sembelit dan pencernaan tetap ringan.

Kalau lansia memiliki kolesterol tinggi, pilih daging yang sangat rendah lemak. Bagi penderita asam urat, batasi daging merah. Untuk masalah ginjal, konsultasikan dengan dokter mengenai jumlah protein yang aman. Bagi lansia yang giginya sudah ompong, daging harus dimasak sampai sangat empuk. (P-*r/am)

 

 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025