Puluhan tahun hidup tanpa listrik, kini Pulau Dudepo Gorontalo akhirnya terang benderang

Sem Muhaling
Rabu, 5 Agustus 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 4/8/26 (Gorontalo): Puluhan tahun hidup tanpa listrik, masyarakat Pulau Dudepo, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, kini berakhir. Untuk pertama kalinya, aliran listrik PLN resmi menyala di pulau tersebut melalui penyalaan jaringan saluran kabel laut tegangan menengah (SKLTM) 20 kilovolt (kV), Senin (3/8/26).

Momentum bersejarah itu menjadi titik balik bagi sekitar 400 warga Pulau Dudepo yang selama ini hidup tanpa akses listrik. Kehadiran jaringan listrik sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan hingga wilayah kepulauan di Provinsi Gorontalo.

Ikut hadir dalam peresmian penyalaan listrik itu, Anggota DPR RI Komisi XII Rusli Habibie, Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu. Juga Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili, jajaran PT PLN, unsur Forkopimda, serta masyarakat setempat.


Listrik kabel laut pulau Dudepo

Pulau Dudepo Gorontalo Utara. (Ilustrasi/Gmaps)

Investasi hampir Rp100 miliar demi 400 warga

Rusli Habibie menyebut penyalaan listrik tersebut sebagai hadiah menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurutnya, pembangunan jaringan listrik dengan nilai investasi hampir Rp100 miliar. Bukan semata menghitung jumlah penduduk yang terlayani, melainkan sebagai bentuk kehadiran negara dalam memenuhi hak dasar seluruh masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah kepulauan.

“Hari ini menjadi hari bersejarah bagi masyarakat Dudepo. Semoga 3 Agustus 2026 akan selalu terkenang sebagai hari ketika warga Pulau Dudepo listrik mulai menikmati ,” ujarnya.

Ia juga meminta PT PLN memperhatikan hak-hak masyarakat dalam proses pemeliharaan jaringan, termasuk apabila terdapat pohon milik warga yang harus ditebang demi menjaga keandalan pasokan listrik.

Listrik dorong ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik

Melansir Antaranews, Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu mengapresiasi seluruh pihak yang telah memperjuangkan pembangunan jaringan listrik hingga akhirnya masyarakat Pulau Dudepo bisa menikmatinya.

Menurutnya, kehadiran listrik akan membawa perubahan besar bagi kehidupan masyarakat, mulai dari peningkatan aktivitas ekonomi, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga kualitas hidup sehari-hari.

“Alhamdulillah, penantian panjang masyarakat Dudepo yang mengidam-idamkan listrik akhirnya terwujud. Atas nama pemerintah dan masyarakat Gorontalo Utara kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memperjuangkan program ini,” katanya.

Tonggak pemerataan pembangunan kepulauan

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menilai penyalaan perdana listrik di Pulau Dudepo menjadi bukti nyata pemerataan pembangunan hingga wilayah kepulauan.

Ia mengatakan akses listrik merupakan pelayanan dasar yang harus dapat dinikmati seluruh masyarakat tanpa memandang letak geografis maupun jumlah penduduk.

Sebagai bagian dari peresmian, pemerintah bersama PLN juga menyerahkan **Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL)** berupa meteran listrik gratis kepada warga penerima manfaat agar semakin banyak rumah tangga dapat segera menikmati layanan listrik secara resmi.


Daftar pulau dan wilayah interkoneksi kabel laut PLN

Sesuai data PLN, di seluruh Indonesia telah dibangun beberapa jaringan listrik kabel laut untuk menyuplai listrik ke pulau-pulau. Jaringan tersebut meliputi:

  • Jawa dan Bali: Menyalurkan surplus daya dari Jawa ke Bali.
  • Sumatera dan Bangka: Jalur kabel laut terpanjang di Indonesia (sekitar 36 kilometer).
  • Batam dan Bintan: Menghubungkan sistem kelistrikan antar pulau di Kepulauan Riau.
  • Lombok, Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air: Menghubungkan pariwisata pulau kecil di NTB.
  • Nusakambangan: Memperkuat suplai listrik di pulau pemasyarakatan.
  • Pulau Pahawang dan Pulau Dudepo: Menyalurkan listrik pedesaan terpencil di Lampung dan Gorontalo. (P-sm)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan