Kemnaker periksa kesehatan dan kelelahan pengemudi di enam kota jelang mudik lebaran

Giovanni Riung
Jumat, 13 Maret 2026
EKBIS 0 235
2 menit membaca

Cegah Kecelakaan saat Mudik, Kemnaker Periksa Kesehatan dan Kelelahan Pengemudi di 6 Kota (Humas Kemnaker).

PRIORITAS, 13/3/2026 (Jakarta): Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menurunkan Tim Penguji Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk memeriksa kondisi kesehatan fisik serta potensi kelelahan pengemudi bus dan mobil travel menjelang arus mudik Lebaran 2026. Pemeriksaan dilakukan di enam kota utama, yakni Jakarta, Bekasi, Bandung, Surabaya, Medan, dan Samarinda.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan kecelakaan selama periode mudik, mengingat keselamatan perjalanan tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan dan jalur transportasi, tetapi juga kesiapan fisik serta tingkat kewaspadaan pengemudi.

Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Binwasnaker dan K3), Ismail Pakaya, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan pengemudi berada dalam kondisi prima sebelum dan selama menjalankan tugas mengantarkan penumpang.

“Penilaian ini bertujuan untuk memastikan pengemudi dalam kondisi prima. Faktor pengemudi atau human error akibat kelelahan perjalanan jarak jauh dengan durasi kerja panjang menjadi salah satu penyebab yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas,” ujar Ismail dalam keterangan resmi Biro Humas Kemnaker, Jumat (13/3/2026).

Ia menjelaskan, tim penguji K3 melakukan penilaian langsung kepada pengemudi melalui beberapa tahapan pemeriksaan. Proses tersebut meliputi identifikasi pola kerja dan waktu istirahat, pemeriksaan kesehatan fisik dasar, serta evaluasi faktor-faktor yang berpotensi memicu kelelahan selama perjalanan jarak jauh.

Selain pemeriksaan kesehatan, Kemnaker juga memberikan edukasi kepada pengemudi dan operator transportasi mengenai pentingnya manajemen kelelahan kerja. Edukasi tersebut menekankan bahwa tubuh manusia memiliki batas kemampuan fisiologis dalam mempertahankan kewaspadaan, terutama saat berkendara dalam waktu lama dan di tengah kepadatan arus mudik.

Menurut Ismail, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendekatan promotif dan preventif dalam penerapan K3 di sektor transportasi darat dengan menitikberatkan pada pengendalian faktor manusia dalam sistem keselamatan transportasi.

Ia menambahkan, langkah ini juga merupakan hasil kolaborasi antara Kemnaker dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia serta pemerintah daerah setempat.

“Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran para pengemudi dan operator transportasi mengenai pentingnya pengelolaan kelelahan kerja dalam mendukung perjalanan mudik yang aman, selamat, dan nyaman,” kata Ismail.

Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap risiko kecelakaan selama periode mudik dapat ditekan, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan lebih aman menuju kampung halaman. (P-*r/gr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025