Militer Ukraina berhasil ledakkan kapal selam mahal Rusia

Jeffry Wuisan
Rabu, 17 Desember 2025
3 menit membaca

PRIORITAS, 17/12/25 (Kyiv): Pasukan Ukraina berhasil menyerang dan meledakkan kapal selam mahal Rusia yang bernilai $400 juta (sekitar Rp.6,67 triliun), menggunakan drone bawah air pembawa bom.

Ukraina telah merilis rekaman yang diklaim menunjukkan momen ketika pasukan mereka menargetkan kapal selam itu di pangkalan Laut Hitam.

Militer Ukraina mengatakan kapal selam Rusia tersebut sedang bersembunyi di pangkalan terpenting yang tersisa milik angkatan laut Rusia di Novorossiysk.

Serangan itu menandai pertama kalinya sebuah drone bawah air menetralisir sebuah kapal selam, menurut penasihat Presiden Volodymyr Zelensky , Alexander Kamyshin.

“Akibat ledakan tersebut, kapal selam mengalami kerusakan parah dan praktis tidak dapat beroperasi,” kata Dinas Keamanan Ukraina (SBU) dalam sebuah pernyataan yang disertai rekaman serangan, seperti dikutip Beritaprioritas.com dari Kyiv Independent, hari Rabu (17/12/25).

Rusia telah mengakui serangan tersebut, yang dilakukan drone bawah air Sub Sea Baby terhadap kapal selam serang kelas Kilo.

Meski begitu, Moskow membantah adanya kerusakan pada kapal atau kapal selamnya walaupun ledakan tersebut tampak cukup besar.

“Upaya musuh untuk melakukan sabotase menggunakan kendaraan bawah air tanpa awak gagal mencapai tujuannya,” kata kepala layanan pers Armada Laut Hitam, Alexei Rulev, menurut media pemerintah Rusia.

Armada angkatan laut Ukraina hampir habis dalam perang yang sedang berlangsung melawan agresi Rusia.

Hal itu memaksa militer Ukraina untuk menggunakan drone laut dan rudal, untuk mengusir Armada Laut Hitam Rusia yang besar dari kota pelabuhan Sevastopol di semenanjung Krimea yang dianeksasi.

Rusia terpaksa memindahkannya bersama dengan kapal-kapal lain dari Krimea ke Novorossiysk di Rusia selatan.

Meluncurkan rudal Kalibr

Menurut data, kapal selam serang kelas Kilo Rusia yang menggunakan tenaga diesel-elektrik itu, dilaporkan telah digunakan untuk meluncurkan rudal jelajah Kalibr, menembakkan hingga empat rudal sekaligus.

Senjata-senjata tersebut telah digunakan untuk menimbulkan kerusakan pada jaringan listrik Ukraina.

Video serangan Ukraina tersebut menunjukkan ledakan dahsyat di perairan dekat dermaga di area tersebut, yang terbukti menjadi lokasi penting bagi Rusia.

Militer Ukraina mendeteksi ada tiga kapal selam lainnya masih ditempatkan di sana.

Kapal selam kelas 636.3 Rusia yang dikenal sebagai “Lubang Hitam” karena kemampuannya untuk tetap tak terlihat sonar dan menyerap suara, dapat menelan biaya hingga $500 juta untuk dibangun kembali karena adanya sanksi internasional.

Pengerahan kekuatan ini terjadi di tengah perundingan perdamaian yang tegang, dengan wakil menteri luar negeri Rusia, Sergei Ryabkov, bersikeras negara itu tidak akan membuat konsesi apa pun terkait wilayah.

Sedangkan Ukraina tetap tidak akan menyerahkan sejengkal wilayahnya kepada Rusia.  Setiap perubahan wilayah akan tunduk pada referendum Ukraina.

“Kami berharap pengadilan untuk agresi Rusia benar-benar akan memulai pekerjaannya, bukan hanya untuk kami, tetapi untuk semua orang yang menginginkan perdamaian di Eropa,” kata Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy kepada para pemimpin Eropa di Dewan Eropa di Den Haag. (P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025