Militer Indonesia siaga persenjataan di Sulut, amankan KTT ASEAN di Filipina yang dihadiri Prabowo

Jeffrey Rawis
Sabtu, 9 Mei 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 9/5/26 (Manado): Informasi sahih yang diperokeh Beritaprioritas.com menyebutkan, sejumlah alat utama sistem senjata (Alutsista) disiagakan di Sulawesi Utara (Sulut) dengan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sam Ratulangi di Manado sebagai Pos Komando Tugas Gabungan (Kogasgab), sehingga siaga untuk mengawal agenda Presiden RI Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar di Shangri-La Mactan, Cebu, Filipina, negara tetangga RI yang terletak di dekat kawasan Sulut.


Seperti dlaporkan Indonesia Defence, Alutsista yang dikerahkan antara lain lima jet tempur F-16, pesawat multirole A400M, pesawat C-130J Super Hercules, dan tiga fregat, yakni KRI Brawijaya-320, KRI Prabu Siliwangi-321, dan KRI RE Martadinata-331, semuanya tergolong canggih (diperlengkapi peralatan mutahir).

Apalagi pesawat A400M, KRI Brawijaya-320, dan KRI Prabu Siliwangi-321 merupakan Alutsista terbaru TNI saat ini.

Bentuk kesiapan rutin operasi gabungan TNI


Sementara itu, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, gelar Alutsista kali ini merupakan bentuk kesiapan rutin operasi gabungan TNI dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi yang dapat terjadi di kawasan ASEAN ini.

 

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemenhan RI, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat jumpa pers di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Jumat (24/4/26).(‘Courtesy’ Antara/Walda Marison)

“Kegiatan ini melibatkan unsur darat, laut, dan udara untuk menguji interoperabilitas, mobilitas pasukan, kemampuan pengamanan VVIP, serta respons cepat terhadap kondisi darurat,” kata Rico dalam keterangan pers, Jumat (8/5/26).

Seluruh kegiatan dilaksanakan secara terukur, profesional

Selanjutnya Rico memastikan, seluruh kegiatan dilaksanakan secara terukur, profesional, dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta penghormatan terhadap kedaulatan negara sahabat kita.

“Indonesia memandang stabilitas dan keamanan kawasan sebagai tanggung jawab bersama negara-negara ASEAN. Karena itu, kesiapsiagaan TNI dalam konteks ini merupakan bagian dari kontribusi Indonesia untuk mendukung terciptanya situasi kawasan yang aman, kondusif, dan mendukung suksesnya agenda-agenda strategis ASEAN,” tutur Rico lagi.

Sementara itu, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin telah meninjau Posko Kogasgab di Lanud Sam Ratulangi pada Kamis (7/526) dan hari ini, Jumat (8/5/26).

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau Posko Kogasgab di Lanud Sam Ratulangi. (Dok Biro Infohan Kemhan RI)

 

Lalu Rico menekankan, gelar Alutsista kali ini bukan didasarkan pada adanya ancaman atau potensi konflik tertentu yang secara spesifik ditujukan kepada Presiden maupun kepala negara peserta KTT ASEAN tersebut.

“Dalam setiap agenda internasional berskala tinggi, standar pengamanan dan kesiapsiagaan memang dilaksanakan secara maksimal sebagai bagian dari prosedur operasi dan bentuk antisipasi profesional aparat pertahanan,” tutur Rico, dikutip Indonesia Defense.

Sementara itu, upacara pembukaan KTT ke-48 ASEAN digelar pada hari Jumat (8/5/27) kemarin.

Pembukaan KTT ke-48 ASEAN. (Dok BPMI Setpres)

Dilaporkan, Presiden Prabowo tiba sekitar pukul 09.04 waktu setempat.

“Kehadiran Presiden Prabowo pada KTT ke-48 ASEAN mempertegas peran aktif Indonesia dalam menjaga stabilitas, memperkuat kolaborasi regional, serta mendorong ASEAN tetap menjadi kawasan yang solid, damai, dan resilien di tengah tantangan global yang dinamis,” tulis siaran pers BPMI Setpres yang diterima kemarin. (P-*r/ID/jr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan